Brenda, Cinta Di Ujung Tanduk

Brenda, Cinta Di Ujung Tanduk

"Kalau aku memang dari kecil sudah suka nyanyi, tapi Brenda tidak sempat belajar secara akademik. Sudah bakat alam, sekarang aku bersyukur sekali kare

“Kalau aku memang dari kecil sudah suka nyanyi, tapi Brenda tidak sempat belajar secara akademik. Sudah bakat alam, sekarang aku bersyukur sekali karena kak Posan memberi lagu sesuai dengan karakter vokalku sendiri,” ungkap Brenda.

Sejak berkenalan dengan Posan (eks Kotak) hasrat menuju dunia rekaman seakan terbuka lebar. Bahkan demi memudahkan jalan Brenda menuju obsesi yang terpendam, Posan memberikan sebuah lagu indah yang tadinya lagu itu sebenarnya hendak dipersembahkan buat Kotak Band yang keburu bubar. Tentu saja kenyataan itu membuat bidadari asal Manado bernama Brenda Rachel Giovanka Bolang itu terkesima. Apalagi single tersebut cukup ‘nyeplak’ dengan warna vokal Brenda.

“Kak Posan suka sekali lagu ini aku nyanyikan dengan karakter vokal yang aku miliki,” ujar

Brenda di sela-sela syuting video klip single’Cinta di ujung Tanduk’ di kawasan Ciganjur Jakarta Selatan (Selasa, 19 Juli 2011).Sungguh di luar dugaan. Cewek yang baru lulus sekolah Menengah Atas Global Mandiri dan Home Shooling Kak Seto itu memang sedari kecil sudah gemar dengan nyanyian. Dimanapun dan kapanpun tidak jauh-jauh dari lantunan suaranya yang mengalun.

Menurut Brenda, pertama kali mendengar suara Brenda Posan langsung suka.Kalau ini sukses, nantinya akan ada kerjasama lanjutan setelah single perdana ini. Single Cinta di ujung Tanduk ini bergenre Pop Ballad, yang berirama nge-bead.

“Lagu ini beraliran Rock Ballad, itu aku banget. Selera dia sama aku agak-agak mirip, tadinya buat Kotak. Tapi akhirnya lebih cocok buat aku, jadi lagu ini ke aku,” terang Brenda yang didampingi oleh Esty Linda Pinkan, mamanya.

Brenda sendiri sekarang ini baru berusia 17 tahun. Masih sangat muda.Walaupun masih ‘Under 20,’ namun semangatnya sudah cukup dewasa. Artinya,ia sudah berwawasan maju ke depan dan memandang masa depan.Apalagi semuanya mendukung karirnya di dunia musik. Karena itulah anakpertama dari dua bersaudara ini tidak mau mengecewakan keluarga.

“Keluargaaku suka musik, papa drum, tante aku penyanyi. Tapi aku mempunyai warna tersendiri di keluarga. Aku anak pertama dari dua bersaudara. Nama papa Samuel Ricard Bolang dan Esty Linda Pinkan,” paparnya.

Tinggi banget suka lompat-lompat memanjat mangga. dari keluarga mama nya Tentu saja karir Brenda memang memiliki titik cerah. Didukung oleh posturnya yang memang berasal dari gen keluarga di atas rata-rata. Bahkan, salah satu kakak dari mamanya memiliki tinggi badan mencapai  195 cm. Brenda sendiri 170an lebih dengan postur tinggi semampai. Pantaslah kalau dia menjadi publik figur yang menawan hati.

Hanya saja kadang seorang penyanyi pendatang baru hanya bertahan pada single perdana saja. Sedangkan yang kedua dan selanjutnya seringkali didera oleh sindrom kejenuhan dan semangat yang mendadak hilang.

“Tapi ngga tahu nanti lihat aja ya, semoga aku bisa menjaga eksistensi di blantika musik tanah air,” ujarnya.

Apa sich yang membuat kamu terus bersemangat menekuni bidang ini?

“Ya aku tidak mau mengecewakan semua pihak, di segala bidang aku ingin belajar. Tapi kalau akting aku kurang berminat. Mungkin selamanya nanti aku ingin di dunia Pop, Rock Ballad, dan Pop Rock, kalau menyanyi dangdut, sory i dont like dangdut. Kalau akting aku ngga bisa, tapi kalau talenta main gitar aku bisa,” paparnya panjang.

Sekarang ini, Brenda ingin berkiblat ke dunia musik Barat sama Ballad, atau paling tidak pop ballad yang berjiwa rock. Ia pun menggemari penyanyi Sakhakan. sedangkan yang lain tidak. “I dont really like lady gaga to much,”pungkasnya.

Yang penting ia berharap single Cinta di ujung Tanduk ini bisa sukses dan dapat diterima masyarakat dengan baik. Semoga mudah didengar dan mudah di tangkap, di terima di kalangan bawah sampai atas.

“Untuk mewujudkannya aku selalu menjalin hubungan yang baik dengan semua rekan-rekan aku, sahabat, dan aku akan terus melatih vokal aku. Karena you need so practice to be perfect n always prasctice to be perfect,” tandasnya. www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa

COMMENTS