Brosis Band I Love Alsa

Tingkah laku setiap fans berbeda-beda, namun bagi band Brosis yang melepas single perdana ‘Aku Untukmu’, fans dianggap punya andil besar dalam menguku

Tingkah laku setiap fans berbeda-beda, namun bagi band Brosis yang melepas single perdana ‘Aku Untukmu’, fans dianggap punya andil besar dalam mengukur sejauh mana kesuksesan yang diraih sebuah band. Sekaligus fans dijadikan pemacu semangat untuk terus berkarya. Band Brosis singkatan dari Brother and Sister, dibentuk pada 19 Januari 2009, dengan personil 4 orang. Mereka Bojes (vokalis), Alsa (drum), Sabo (gitar), dan Aldo (bass) yang masih dalam ikatan saudara. Bojes dan Sabo merupakan kakak beradik, sedangkan Alsa dan Aldo, sepupu.

Semua personil memang mempunyai sebelumnya pernah eksis di musik. Bojes merupakan jebolan ajang Akademi Fantasi Indosiar (AFI) dan band Rokie. Alsa, cewek penggebuk drum ini sempat bergabung dengan orkestra Erwin Gutawa, dan pengiring beberapa penyanyi papan atas seperti Gita Gutawa, Ahmad Dhani, Dewi Sandra,dan Rossa. Sedangkan Sabo dan Aldo sempat membentuk sebuah band.

Bisa dibilang, fans Brosis merupakan gabungan fans Alsa yang disebut Alsa mania, fans Bojes dan fans Brosis sendiri.Kini fans mereka tak sedikit dan terkoordinasi dalam situs jejaring alias facebook. “Fans kita macam-macam. Fans lama adalah fans-nya Alsa, yakni Alsa Mania. Mereka memang nge-fans Alsa sejak sebelum masuk Brosis,” jelas Bojes.  Oleh Brosis, fans benar-benar dihargai. Puncaknya adalah saat Brosis mengadakan ultah pertamanya pada 19 Januari tahun lalu di kediaman Alsa tak jauh dari basecamp, di kawasan Depok Jawa Barat. Para Brother and Sister, sebutan fans Brosis berdatangan dan berinisiatif mengadakan acara. Para fans juga tak ingin merepotkan Brosis, misalkan ketika acara gathering, fans justru datang dengan membawa makanan sendiri

“Ada yang bawa ayam bakarlah, Pizza. Mereka ini sangat inisiatif sekali, mereka berpikir bagaimana nggak menyulitkan kita berempat, iya sudah nggak apa-apa lah,” ujar Bojes.

Yang membuat keempat personil Brosis tambah terharu adalah ada saja fans ‘setia’ yang selalu ikut dalam setiap performance Brosis di antaranya di acara Inbox, Dahsyat, dan Derings. “Misalnya saat kita manggung di acara Inbox, di Mangga Dua, Jakarta Pusat, ada yang datang dari Bandung. Kita juga main di Cimahi, mereka juga ikut. Terus ada yang datang dari Jakarta untuk melihat kita show di Indramayu, Jawa Barat. Kita kadang kepikiran, gimana mereka pulangnya nanti. Tapi mereka selalu bilang ke kita ‘elu fokus aja perform,’ kita jadi terharu. Jadi nggak enak kalau nggak memberikan yang terbaik,” ucap Bojes.

Ulah fans tak sampai di situ. Sebab diam-diam fans cowok curi-curi perhatian kepada Alsa, dengan memanfaatkan acara gathering ultah Brosis. “Ada fans cowok buka laptop, ngedeain-desain, terus masang foto saya. Pertama nulis Alsa, terus dikasih kata love. Pas anak-anak Brother and Sister pada pulang, teman-teman (Brosis-red) pada ngecengin. Jadi mereka bilang , I Love Alsa. Saya hanya senyum-senyum saja,” beber Alsa, cewek yang pernah menerima penghargaan dari MURI, sebagai pemain drum cewek termuda.

Enaknya band yang dibentuk dalam ikatan sebuah keluarga, yakni saling melindungi dan peduli di antara personil. Padahal, kebanyakan apapun yang dikerjakan masih dalam ikatan keluarga tidak akan menghasilkan suatu yang memuaskan sebab akan digarap dengan setengah hati dan kurang professional. Tapi, bagi Brosis justru lebih enjoy dan nyaman bekerjasama membentuk sebuah band keluarga.

“Malah karena keluarga jadi lebih gampang, kita serius dan emang berkomitmen. Kita juga sudah tahu karakter masing-masing. Alhamdulillah sampai sekarang ini sudah di musik, kita harus professional. Sebenarnya dari sebelum nge-band, atau pun sesudah nge-band, kita emang sudah disiplin,” kata Bojes.

Kesolidan mereka misalnya dengan karya yang dihasilkan secara keroyokan. Semua personil punya peluang untuk menciptakan sebuah lagu yang terbaik, dan digarap bersama-sama dalam isntrumen musik di sebuah studio musik yang sekaligus dijadikan basecamp ini.

Alsa, personil paling muda, masih duduk di SMA ini, mengaku merasa dilindungi oleh personil lainnya, yang mrupakan kakak-kakaknya. Sejauh ini, kata Alsa, fans tidak pernah usil, ataupun merugikan dirinya, paling hanya bercandaaan kecil saja. “Kita turun (show-red) cowok-cowoknya lindungin aja,” jawab Aldo.

Dalam tubuh Brosis tidak ada peraturan untuk tidak boleh berpacaran. Meski begitu, bukan berarti mereka tidak serius dalam membesarkan Brosis. “Kalau misalnya itu memang kita nggak boleh pacaran dulu nggak apa-apa, tapi kalau toh pacaran kita pengen nggak terlalu terikat. Mereka pacaran atau nggak, yang penting nggak ganggu band. Jadi mau punya cewek 6, punya cowok 8, boleh asal band nggak terganggu. Alhamdulilah kita di sini demokratis,” tukas Bojes.

Jika single pertama lebih soft dan easy listening, namun untuk single kedua yang segera dirilis tak akan lama lagi, akan lebih bernuansa rock. Brosis menampik bahwa perubahan genre musik di single keduanya nanti karena atas permintaan fans. Justru fans Brosis selama ini selalu mensupport dan menyukai apapun yang dihasilkan Brosis. “Alhamdulillah, respon mereka selama ini positif. Karena karya yang Brosis hasilkan memang mudah diterima, dan feel-nya masuk,” jelas Bojes.Kenapa single kedua lebih nge-rock? Brosis ingin menjajal dan bereksperimen dengan  musik rock, yang diperkiran tahun 2010 ini.

“Jadi untuk single pertama ini kita ingin bermain aman, cari lagi yang nggak terlalu ribet. Nah, untuk single kedua ini kemungkinan rock, sekalian ingin bereksprimen rock, karena banyak band-band rock pada keluar seperti Blackout, dan nggak ada salahnya kita, misalnya diterima dengan bagus, Ring Back Tone (RBT) bisa naik,” tutur Bojes.

Ditanya soal musik Melayu yang masih juga masih digemari, Bojes mengatakan tidak bisa membuat musik Melayu. BOjes dan Brosisi mantap dalam jalur musik pop, rock dan lirik yang diangkat tidak selalu di jalur cinta. Judul single kedua, ‘Narsis Abis’, diciptakan oleh Sabo. Lirik tersebut terinspirasi karena kekecewaan pada seorang cewek saat sewaktu sekolah di SMA yang sifatnya melihat seseorang dari harta dan membanggakan kekayaan milik orangtuanya. VITO

COMMENTS