Demi Sekolahkan Anak, Bapak Ini Rela Panas-Panasan

Demi Sekolahkan Anak, Bapak Ini Rela Panas-Panasan

Cuaca yang panas, hujan, debu dan polusi dari asap knalpot menjadi teman sejati Pak Parman, seorang penjaja tisu dan berbagai kaos kaki yang dijual di

Senada Syuting Aku Anak Sholeh
WALI dan Musiknya Bikin Gila Orang Korea
Dadali dan Zivilia Diburu Wartawan Malaysia

Cuaca yang panas, hujan, debu dan polusi dari asap knalpot menjadi teman sejati Pak Parman, seorang penjaja tisu dan berbagai kaos kaki yang dijual di pinggir jalan.

Usianya yang sudah tak muda lagi tak membuat bapak empat orang anak ini menyerah dengan kenyataan hidup yang sulit. “Saya dagang ini sudah tiga tahun, awalnya saya jadi kenek bus selama lima tahun, tapi umur sudah tak muda lagi jadi cepat lelah, jadi beralih dagang tisue dan kaos kaki,” kat Pak Parman saat ditemui tim Wartawan di daerah Senayan, Jakpus.

Pak Parman, mulai jualan sekitar 07:00 pagi sampai jam 18:00 WIB. Karena lokasi rumahnya yang jauh di daerah Ciputat, Ia harus menumpuh perjalanan pagi-pagi buta naik bis untuk sampai ke tempatnya berjualan di area Senayan.

Dalam sehari, Pak Parman bisa meraup untung seratus ribu rupiah itupun kalau dagangannya laku. Namun keuntungan itu tak semuanya dibawa pulang, sebab barang daganganmya Dia ambil dari seseorang. Penghasilannya harus dibagi dua dengan sang pemilik barang tersebut .

Walaupun kini sudah berusia 67 tahun tapi ternyata Pak Parman masih mempunya dua anak yang masih Sekolah Menengah Pertama dan ingin masuk Sekolah
Menengah Atas.”Istri saya di rumah saja, ngurus rumah tangga. Dua anak masih sekolah jadi penghasilan ini untuk anak-anak dan kebutuhan rumah tangga,” ucapnya.Di usia tuanya, pekerjaan yang dilakoni sering membuat Pak Parman kelelahan setiap hari pulang pergi Ciputat-Senayan. Belum lagi dia harus waspada terhadap Satpol PP yang kadang muncul dan siap untuk menjaringnya. Tetapi, Pak Parman tetap bersemangat berteriak “Bu, tisuenya, bu! Bu, beli kaos kakinya, bu,” agar beliau pulang ke rumah tidak membawa tangan kosong.

“Walapun saya capek, tapi saya harus menyekolahkan anak saya ketingkat yang lebih tinggi. Jangan seperti saya yang hanya lulusan Sekolah Dasar. Biar nasib mereka lebih baik lagi. Panasnya cuaca bukan apa-apa buat saya, asalkan dagangan laku dan semakin maju,” pungkasnya. [HM/v]

Untuk melihat versi mobile yang dioptimalkan Klik disini.

COMMENTS