D’Zoull, Bukan Takdir Kita

Satu lagi band asal Kendari D'Zoull, Sulawesi Tenggara, siap menembus ketatnya persaingan industri musik Tanah Air. Diawaki C'zar (vokal), Andri (audi

Satu lagi band asal Kendari D’Zoull, Sulawesi Tenggara, siap menembus ketatnya persaingan industri musik Tanah Air. Diawaki C’zar (vokal), Andri (auditional pada gitar), Anggo (auditional pada bas) dan Anto (drum), D’Zoull memperkenalkan single debutan mereka yang berjudul  “Bukan Takdir Kita”. Single ini sendiri merupakan nomor lama D’Zoull yang semula dikenal sebagai band Zhelebes. Di daerah asal mereka, Kendari, single ini sudah populer sejak tahun 2006. Beruntung, tahun ini, D’Zoull berkesempatan teken kontrak dengan NAGASWARA, dan membuka peluang mereka untuk dikenal lebih luas.

“Bagi saya dan teman-teman, bergabung dengan NAGASWARA adalah hal yang sangat kita syukuri. Bayangkan, dari tahun 1994, kita selalu berusaha untuk memiliki label.  Setiap band, pasti berharap punya label yang bisa membantu memperkenalkan karya-karya mereka ke masyarakat luas,” ujar C’zar, vokalis band itu.

Selain penggarapan musiknya yang terasah matang, kekuatan single “Bukan Takdir Kita” berada pada karakter vokal C’zar dengan timbre vokal tebal. Menarik disimak, selain menjadi frontman untuk bandnya, C’zar masih aktif sebagai anggota POLRI di Kendari. Musik, ternyata sudah mendarah daging bagi C’zar. Kelak, jika D’Zoull sukses, ia bahkan telah berniat mengutamakan pilihan sebagai pemusik.

“Ini memang pilihan yang sulit buat saya. Tapi musik sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup saya,” kata C’zar yang lama menjadi penyanyi gereja.

Kesungguhan itu pula yang membuat C’zar menciptakan hampir semua lagu yang dimainkan D’Zoull. Single “Bukan Takdir Kita” yang menceritakan perasaan kehilangan adalah salah satu kisah pribadinya. Di tahun 2006, C’zar harus merelakan kehilangan calon istrinya karena sakit. Duka mendalam yang membuncah di hati itu, kemudian ia tuangkan dalam nada-nada sendu “Bukan Takdir Kita”.

Menghadirkan musik dengan jiwa selalu menjadi inspirasi utama band ini. Dengan penjiwaan itu, para personil D’Zoull berharap dapat berkomunikasi dengan lebih baik kepada setiap pendengar karya-karya mereka. Bahkan, D’Zoull yang dipilih untuk  menamakan band mereka, pun tak lepas dari makna penjiwaan terhadap segala sesuatu.

“Membawakan lagu ini, seperti menggambar kesedihan saya. Mudah-mudahan ke depan D’Zoull bisa tetap hadir dengan karya-karya yang penuh penjiwaan agar diterima penikmat musik Indonesia,” katanya.

Sejak bergabung dengan NAGASWARA, para personil band ini langsung hijrah dari Kendari menuju Jakarta. Mereka berharap dengan cara ini, langkah mereka akan semakin mudah memasuki sesaknya persaingan industri musik Tanah Air. Bagi anak-anak muda ini, tidak ada hal yang tidak mungkin diraih selama mereka serius mengerjakannya.

“Kita mohon doa dari semua pihak, semoga D’Zoull bisa memberikan yang terbaik. Terimakasih yang tak terhingga juga kita sampaikan kepada Bapak Rahayu Kertawiguna dari NAGASWARA yang sudah mempercayai kita,” tambah C’zar. *** (PR), D’Zoull.

D’Zoull, Bukan Takdir Kita

D’Zoull, Bukan Takdir Kita

D’Zoull, Bukan Takdir Kita

COMMENTS