Hatinya Pernah Tersakiti

Denyut kehidupan musik Tanah Air yang tak pernah henti, membuat Nagaswara kembali memperkenalkan band baru bernama d’Morgen. Masih bermain di jalur

Denyut kehidupan musik Tanah Air yang tak pernah henti, membuat Nagaswara kembali memperkenalkan band baru bernama d’Morgen. Masih bermain di jalur pop, band asal Kota Hujan Bogor, Jawa Barat yang diawaki Yudie (vokal), Yogie (drum), Rizal (gitar), Firman (gitar), dan Azzmi (bas) itu melepas single perdana mereka berjudul            “Hati yang Tersakiti”. Bagi Yudi, vokalis sekaligus pencipta semua lagu-lagu d’Morgen, single ini dianggap berkarakter, dan cukup menggambarkan keberadaan band mereka dibanding band-band lain yang sudah lebih dulu dikenal.

“Secara musikalitas, kita mencoba untuk tampil matang. Selain itu, meski masih berakar pada cerita cinta sehari-hari, kita menggarap lirik single ini secara hati-hati,” ungkap Yudi.

Cinta. Cinta selalu menghadirkan kegembiraan atau kesedihan. Kali ini, lewat “Hati yang Tersakiti”, d’Morgen menafsirkan cinta dari sisi yang mengharu biru. Single ini bercerita tentang penghianatan cinta seorang wanita terhadap lelaki yang sungguh-sungguh mencintainya. Harapan dan impian yang ada, mendadak buyar menjadi sakit hati saat cinta sang wanita diberikan kepada lelaki yang lain. Seiring berjalannya waktu, si lelaki akhirnya memutuskan pergi dengan membawa rasa sakit di hati.

d’Morgen dibentuk oleh para personil awalnya saat masih duduk di bangku SMA pada      8 Agustus 2008. Merasa memiliki satu visi dalam bermusik, Yudi, pentolan group itu, mengajak 4 rekannya yang lain untuk membentuk d’Morgen. Sayang, formasi awal band ini tidak bertahan lama. Karena kesibukan sekolah, d’Morgen sempat vakum dan kehilangan beberapa personilnya. Sekali lagi, Yudi yang memiliki studio musik di Bogor, kemudian mengaudisi personil baru untuk menjalankan kembali motor d’Morgen. Tepat           19 Desember 2009, d’Morgen dengan formasi baru terbentuk.

Pemilihan nama d’Morgen sendiri lebih didasarkan pada hakikat nama tersebut dalam bahasa Jerman yang berarti “pagi”. Menurut para personil band ini, pagi adalah awal harapan sejak matahari terbit hingga matahari terbenam. Seperti itulah kira-kira filsafat soal eksistensi band mereka. Sementara, fans d’Morgen yang terus bertambah dalam setahun terakhir diberi julukan sebagai “Morgenic”.

“Kita berterimakasih kepada Pak Rahayu dari Nagaswara dan semua yang sudah mendukung band kami. Mudah-mudahan kehadiran d’Morgen dapat memberikan penyegaran dalam dunia musik kita,” lanjut Yudi

COMMENTS