Indonesia Peringati Hari HKI

Indonesia Peringati Hari HKI

Indonesia Peringati Hari HKI se-Dunia. Tanggal 26 April sebagai hari Kekayaan Intelektual sedunia  merupakan tanggal yang telah ditetapkan oleh World

Indonesia Peringati Hari HKI se-Dunia. Tanggal 26 April sebagai hari Kekayaan Intelektual sedunia  merupakan tanggal yang telah ditetapkan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO) sejak tahun 2001 dan pada abad ini  pula merupakan  abad creativity.  Peringatan Hari Kekayaan Intelektual ini tidak saja dilakukan oleh Indonesia, tetapi seluruh negara yang merupakan anggota  World Intellectual Property Organization (WIPO) menyelenggarakan beragam kegiatan dengan satu tema  internasional   Designing the Future.

Pada tanggal 26 April tahun 2000, Konvensi Pembentukan World Intellectual Property Organization  (WIPO) dinyatakan mulai berlaku.  Oleh karena itu, setiap tanggal 26 April, selalu diperingati oleh negara-negara anggota WIPO, termasuk Indonesia, sebagai World Intellectual Property Day atau Hari Kekayaan Intelektual Sedunia.

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari Kekayaan Intelektual walaupun bentuknya cukup beragam,  namun tujuannya sama, yaitu dalam rangka upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai peran penting dan kontribusi kekayaan intelektual, dalam mendukung pembangunan perekonomian, pengembangan kebudayaan, dan pembangunan kreativitas masyarakat di seluruh dunia, sejalan dengan tema yang diusung oleh WIPO.  Adapun pada peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia tahun 2011 ini, WIPO mengambil tema “Designing the Future” atau “Merancang Masa Depan”.

Ungkapan Presiden disampaikan dalam acara Peresmian Konvensi Nasional Hak Kekayaan Intelektual 2011 di Istana Negara, Selasa (26/4). Hadir dalam acara tersebut Ketua MPR, Ketua DPD, Ketua Mahkamah Agung, Menko Polhukam, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Luar Negeri, Kapolri, Jaksa Agung, Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Pertanian, Menteri Dalam Negeri, Para Pejabat Kementerian Hukum dan HAM serta perwakilan dari WIPO.

Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, di hadapan Presiden RI menyampaikan bahwa dengan pembukaan langsung oleh Presiden dalam rangka peresmian Konvensi Nasional Hak Kekayaan Intelektual 2011, menunjukkan komitmen Presiden dan Pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual. “Komitmen ini diharapkan memberikan iklim yang positif terhadap para investor,” tutur Patrialis.

Dalam rangka memberikan pelayanan yang baik, Kementerian Hukum dan HAM telah melakukan crash program untuk menyelesaikan tunggakan permohonan HKI mulai dari program 100 hari Menteri Hukum dan HAM, dan program yang berkelanjutan di samping memberikan insentif bagi pendaftar HKI. “Insentif ini diharapkan dapat merangsang pertumbuhan kreativitas serta perlindungan karya tersebut,” tutur Menteri.

Presiden lebih lanjut memberikan penghargaan terhadap para inovator di bidang HKI yang menurut Presiden telah menunjukkan komitmen Pemerintah dalam memberikan penghargaan kepada produk-produk kekayaan intelektual yang menjadi keunggulan anak bangsa.

Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia di tingkat nasional meliputi serangkaian kegiatan dalam Pekan Apresiasi Nasional Hak Kekayaan Intelektual, yang di awali dengan kegiatan Konvensi Nasional Hak Kekayaan Intelektual. Rangkaian kegiatan Konvensi Nasional telah di buka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara pada hari Selasa pagi tanggal 26 April 2011.

Pembukaan Konvensi Nasional tersebut juga diberikan sejumlah Penghargaan Nasional  sebagai wujud apresiasi terhadap maha karya anak bangsa yang sangat luar biasa, antara lain diberikan kepada:
a)    Pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, almarhum Wage Rudolf Supratman;
b)    almarhum Ismail Marzuki atas sejumlah karya ciptanya berupa lagu-lagu perjuangan yang monumental;

c)    insan seni yang kreatif, yaitu kepada Group Bimbo dan Taufik Ismail, yang baik lagu maupun puisinya tidak lekang oleh waktu dan perubahan zaman;
d)    Inventor cerdas di usia belia yang diberikan kepada ananda Fahma Waluya Rosmansyah, dan Hania Pracika Rosmansyah, atas prestasinya dalam industri kreatif di bidang teknologi informasi;
e)    Tokoh akademik yang telah mempromosikan hak kekayaan intelektual, yaitu kepada Prof. Dr. Tien R. Muchtadi, MS;
f)    Tokoh inventor kepada Prof. Dr Ir. Roosseno Soerjohadikoesoemo;
g)    Pemilik Hak Kekayaan Intelektual yang sukses, yaitu kepada Sdr.  H. Bustaman (Pemilik Restauran “SEDERHANA”);
h)    Penyerahan sertifikat Indikasi Geografis kepada Bupati Sumedang untuk tembakau Molle Sumedang;
i)    Pemberian penghargaan kepada media massa: penghargaan bagi untuk media cetak yang dipandang berperan dalam memajukan Haki, yang akan diberikan kepada Harian Bisnis Indonesia;
j)    Selanjutnya, pemberian penghargaan untuk media massa televisi, yang memiliki program tayangan dengan muatan pemberian informasi tentang pelanggaran Haki, dengan tujuan untuk lebih meningkatkan kesadaran hukum di bidang hak kekayaan intelektual, yang diberikan kepada Trans TV untuk program tayangan Reportase Investigasi

Empat Alasan Penting HKI Menurut Presiden

Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama negara dan Pemerintah mengucapkan selamat atas hari jadi Hak atas Kekayaan Intelektual se-dunia yang ke-11. Presiden menekankan agar peringatan hari HKI ini dapat dijadikan momentum untuk semakin meningkatkan sikap menghormati terhadap karya-karya HKI. “Semoga semakin memberikan perlindungan terhadap HKI,” tutur Presiden.

Menurut Presiden, paling tidak ada empat alasan penting mengapa HKI itu penting. Pertama, karya intelektual itu menyangkut sesuatu yang berdimensi jangka panjang bagi bangsa Indonesia dan berkaitan dengan kemajuan suatu peradaban. Kedua, HKI memberikan perlindungan dan penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual. Hal ini akan mendorong untuk berkarya di bidang HKI. Ketiga, pemberian insentif bagi mereka yang ‘berkeringat’, yakni mereka yang berkarya. Merekalah yang mendapatkan insentif. Karena ia telah bekerja keras intelektual (intellectual power). Kerja keras itu patut mendapat penghargaan. Keempat, adanya tim nasional yang melakukan penegakan hukum dan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual, maka hak milik intelektual itu janganlah dibajak atau dicuri. Inilah yang disebut intellectual protection yang merupakan indikator terhadap daya saing bangsa ini dalam pergaulan internasional.

Dalam kaitan perlindungan HKI, Presiden menekankan tiga karakteristik bangsa yang maju. Pertama, menjunjung tinggi, menguasai dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Kedua, bangsa itu menghormati pranata hukum (rule of law) dan perlindungan HKI (rule of intellectual property right). Ketiga, memiliki etos kerja yang tinggi dan bekerja keras untuk melakukan karya inovatif dan mendapat pengakuan HKI.

Sejumlah Kegiatan

Ada beberapa kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Haki Sedunia yang dipandang penting akan mendukung pengembangan sistem HKI yakni: pada tanggal 26 April 2011 setelah acara peresmian oleh Presiden RI, pada siang harinya akan diselenggarakan Konvensi Nasional, diikuti oleh kurang lebih 270 (dua ratus tujuh puluh) peserta yang terdiri dari instansi anggota Timnas PPHKI, Akademisi, Praktisi, Asosiasi dengan Sambutan kunci yang disampaikan oleh Menko Polhukam serta pembicara dari Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Kepolisian RI, Menristek, dan Mendiknas dengan substansi masing-masing meliputi  Penegakan Hukum di bidang HKI Perspektif MA,  Kejagung RI Kepolisian oleh  Kepala Kepolisian RI serta penyiapan SDM Unggul di bidang HKI oleh Menteri Pendidikan Nasional RI serta Membangun Kreatifitas dan Inovasi Nasional Menuju Negara yang Unggul di Bidang Teknologi oleh  Menteri Negara Riset dan Teknologi RI.

Selanjutnya, pada tanggal 27 April 2011 akan diselenggarakan Forum Internasional Perlindungan Indikasi Geografis, yang akan diikuti oleh + 250 peserta.  Upaya perlindungan Indikasi Geografis perlu kita lakukan dan terus dikembangkan mengingat Indonesia memiliki kekayaan alam yang  berlimpah yang berpotensi untuk mendapat perlindungan indikasi geografis. Selanjutnya acara Temu Inventor dan Investor akan dilangsungkan pada tanggal 28 April 2011.  Kegiatan pameran bazaar karya generasi muda dari Sekolah Menengah Umum dan Kejuruan di Jabodetabek yang berlangsung pada 27 sampai dengan 29 April 2011, serta tidak ketinggalan penyelenggaraan kegiatan bakti sosial vaksinasi dan donor darah, serta kegiatan-kegiatan lain yang terkait.

Peringatan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pemahaman HAKI yaitu, pentingnya HAKI untuk mendorong kreativitas dan inovasi; menghargai HAKI yang dihasilkan oleh para pencipta, inovator, dan kreator; dimana HAKI pada gilirannya merupakan mesin pendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan kata lain bahwa proses kreatif, mencipta melahirkan invensi baru adalah bagian dari “FASTABIQUL KHAIROT”, dan berjuang di jalan Allah. Jihat dalam konteks kekinian di negara yang demokratis dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia tidak identik dengan kekerasan, terorisme, dan tindakan bom bunuh diri, tetapi justru harus dilakukan dalam bentuk berkarya, menghasilkan kreativitas menuju keunggulan bangsa., antara lain melalui HAKI, karena HAKI, selain akan menjadi pareabel pembangunan bangsa juga menjadi bekal untuk anak cucu kretaornya, sebagai contoh pencipta lagu akan tetap menikmati hak-hak ekonomi selama seumur hidup bahkan ditambah 50 (lima puluh) tahun setelah penciptanya meninggal dunia.

Melalui peringatan Hari  Kekayaan Intelektual ini juga, diharapkan adanya peningkatan pemahaman bagi kita semua untuk lebih menghargai dan menghormati hasil karya intelektual  orang lain. Di samping itu, masalah-masalah pelanggaran karya-karya intelektual dapat diselesaikan melalui penanggulangan pelanggaran yang didasarkan pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Masalah pelanggaran tersebut apabila dibiarkan secara terus menerus akan menimbulkan ancaman bagi perekonomian Indonesia terutama menyangkut masalah investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Selain itu, masalah pelanggaran HKI juga akan berpengaruh terhadap gairah atau keinginan untuk berkreasi dan berinovasi terhadap karya-karya intelektual guna pengembangan teknologi dan industri melalui pencipta produk-produk baru. Dengan kata lain, pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual yang tidak ditindaklanjuti dengan penegakan hukum yang kuat akan menimbulkan dampak negatif yang fundamental bagi pengembangan perekonomian.

Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran HKI

Langkah-langkah siginifikan yang diambil Pemerintah untuk mengatasi  masalah maraknya pelanggaran HKI di Indonesia telah dikeluarkan Keputusan Presiden pada tanggal 27 Maret  2006 Nomor 4 Tahun 2006 tentang Pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual. Tim Nasional ini diharapkan akan menjadi titik balik dalam meningkatkan penegakkan hukum untuk memberantas pelanggaran HAKI, sehingga dapat mendukung suasana yang kondusif di dalam pembangunan ekonomi. Penegakan Hukum HAKI secara optimal diharapkan sektor swasta, mulai dari Usaha Kecil Menengah (UKM) hingga industri multinasional dapat memanfaatkan nilai dari asset-aset  HKI-nya dalam industri dan ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan meningkat. Di samping itu, masyarakat memahami keuntungan-keuntungan dari pembelian barang-barang dan jasa-jasa legal, yang dengan demikian mendorong industri-industri local yang pada akhirnya  dapat meningkatkan pendapatan negara dari sektor pajak.

Kemajuan yang dicapai tersebut diharapkan dapat mendorong upaya Indonesia untuk meningkatkan daya saing yang didukung oleh system HKI yang kuat baik dalam skala regional maupun global dengan berdasarkan pembangunan ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan (knowledge based economy) sekaligus dapat mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia. Kemajuan ini tidak terlepas dari kontribusi yang diberikan baik oleh pihak instansi pemerintah, penegak hukum maupun lembaga terkait lainnya. Diharapkan kerjasama ini harus dipelihara dan diteruskan dengan lebih baik. Perkembangan kemajuan HKI ini juga tidak terlepas dari upaya-upaya yang dilakukan berupa pelaksanaan kegiatan-kegiatan Hak Kekayaan Intelektual yang sebenarnya sudah banyak dan lama dilakukan, namun kurang ter-ekspose dan terinventarisir. Oleh karena itu, di masa yang akan datang diharapkan adanya koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan sekaligus inventarisasi data yang tersentralisir yang mudah diakses oleh masyarakat serta publikasi HKI secara terus-menerus.

Melalui Pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Pelanggaran HKI tersebut  ditetapkan kebijakan strategis yang antara lain meliputi bidang Perundang-undangan, bidang Penegakkan Hukum, bidang Sosialisasi, bidang Sumber Daya Manusia serta bidang Administrasi dan Koordinasi. Untuk mewujudkan  kebijakan strategis tersebut telah dilakukan beberapa  kegiatan  yang terimplementasi di instansi-instansi terkait yang merupakan anggota Tim Nasional. Kegiatan-kegiatan dimaksud telah dituangkan dalam Laporan Timnas Tahun 2006. Di permulaan tahun 2007, tepatnya pada tanggal 12 Maret 2007  telah dilakukan kegiatan berupa  pembentukan Forum Komunikasi Wartawan HKI di Jakarta. Disamping itu, melalui  peringatan Hari HKI se-dunia ke-7, Timnas melakukan beberapa kegiatan dengan puncak acara Penganugerahan Integrity Award di bidang HKI yang dilaksanakan pada tanggal 26 April 2007.

Dengan kondisi tersebut, peran dan tantangan sistem hak kekayaan intelektual di masa depan memiliki arti sangat penting untuk dipikirkan bersama karena sistem HKI menciptakan iklim perdagangan dan investasi yang kompetitif, dapat meningkatkan pengembangan teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan budaya serta dapat mengembangkan pengembangan ekspor produk lokal yang berkarakter dan memiliki tradisi budaya daerah. Masalah penegakkan hukum merupakan pagar atas semua kebijakan atau sistem HKI di manapun. Tanpa penegakkan hukum, misi pemerintah untuk memberikan perlindungan hukum dan menggalakan karya-karya kreatif tidak akan ada gunanya.

Dengan Keputusan Presiden diharapkan tim akan bekerja lebih solid karena  langsung bertanggung jawab kepada Presiden sehingga diharapkan mampu membuahkan berbagai kebijakan yang strategis untuk mengurangi pelanggaran HKI. Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2006 tersebut merupakan landasan hukum yang kuat dan berimplikasi positif pada citra Indonesia di mana merupakan wujud keseriusan bangsa Indonesia memerangi pelanggaran HKI. Dengan terbentuknya Tim Nasional tersebut diharapkan akan membawa pengaruh bagi terbentuknya suasana perdagangan yang jujur dan adil yang akhirnya akan mampu mendorong perekonomian Indonesia.
Kita menyadari bahwa Indonesia sebagai negara berkembang, sering berada dalam posisi yang  lemah apabila berhadapan dengan dengan negara maju, khususnya  dalam mempertahankan hak-hak tradisional. Pemerintah tentu harus berpihak kepada kepentingan masyarakat secara nasional, seraya mencari jalan keluar secara proporsional dan adil, dengan tetap mengutamakan kepentingan bangsa dan negara tanpa harus mengorbankan hak masyarakat. Karena itu, diharapkan kepada segenap jajaran Pemerintah, di pusat maupun di daerah, agar sungguh-sungguh dalam memperhatikan kepentingan masyarakat secara nasional.

Agar sistem HKI di negara kita memberikan manfaat yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat Indonesia, kita harus secara pro aktif menciptakan iklim kemitraan usaha yang strategis diantara usaha kecil menegah. Kondisi ini akan  merangsang investasi dan alih teknologi serta mendorong penelitian dan pengembangan di universitas dan pusat-pusat penelitian sebagai pusat inovasi. Kita tidak meragukan lagi, bahwa HKI akan menjadi penggerak terhadap inovasi nasional, penelitian dan pengembangan, penciptaan produk dan transaksi bisnis yang memiliki manfaat ekonomi pada skala makro maupun mikro.

Di samping itu, kesadaran kepada warga masyarakatnya, tentang betapa pentingnya menjaga kekayaan tradisional yang bersifat komunal dan memberikan penghormatan dan penghargaan terhadap hasil karya intelektual orang lain yang bersifat individual. Hasil karya intelektual manusia  adalah merupakan amanah Allah SWT, yang wajib kita pelihara. Akan berdosa kita, jika kita mewariskan budaya tidak memberikan penghargaan dan penghormatan kepada generasi bangsa kita di masa depan.  [Humas www.depkumham.go.id] www.depkumham.go.id

Indonesia Peringati Hari HKI se-Dunia

Indonesia Peringati Hari HKI se-Dunia

Indonesia Peringati Hari HKI se-Dunia

COMMENTS