Ingin Semua Berakhir Baik

Makin tinggi pohon, maka semakin kuat pula angin menghempas. Pepatah lama itu, kini dirasakan betul oleh Zulkifli atau Zul, vokalis band Zivilia yang

Makin tinggi pohon, maka semakin kuat pula angin menghempas. Pepatah lama itu, kini dirasakan betul oleh Zulkifli atau Zul, vokalis band Zivilia yang tengah naik daun lewat single “Aishiteru”. Menyusul pelaporan dirinya oleh sang istri, Philia Rahayu Ningsih atas dugaan tindakan KDRT dan perbuatan tidak menyenangkan ke Polda Sulawesi Tenggara (7/9), Zul akhirnya angkat bicara. Didampingi Produser NAGASWARA Rahayu Kertawiguna, manejernya Sudjana dan pengacara Ferry Juan SH, Zul membantah semua tudingan yang dialamatkan kepada dirinya. Ia berharap persoalan rumah tangganya dengan sang istri dapat diselesaikan secara baik.

“Sejak awal menikah, saya jalani semua dengan cinta. Kalau begini jalannya, saya ingin semua berakhir dengan baik,” ucap Zul. Harapan Zul ini diamini oleh kuasa hukumnya, Ferry Juan SH. Menurut pengacara kondang itu, persoalan yang terjadi antara Zul dan istrinya adalah persoalan rumah tangga biasa, yang bisa dialami siapa saja.

“Kita tidak berharap ada pihak-pihak tertentu yang ikut mengail di air keruh. Jika masih terus begini, kita akan lebih tegas terhadap fitnah yang ditujukan kepada klien kami,” ujar Ferry. Menurut Zul, persoalan rumah tangga yang terjadi antara dirinya dan sang istri, sudah lama terjadi. Zul menikah dengan Philia pada tahun 2001. Meski saat itu, ia belum memiliki pekerjaan tetap, rumah tangganya baik-baik saja. Sebagai wujud tanggung jawabnya, Zul atas persetujuan keluarga dan istrinya, kemudian berangkat ke Jepang untuk menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Negeri Matahari Terbit itu selama kurang lebih 5 tahun. “Selama itu pula, saya tidak pernah berhenti menjalankan kewajiban saya sebagai suami dan ayah dari 2 orang anak saya. Saya tetap mengirimkan uang kepada istri saya,” lanjut Zul.

Keinginannya yang besar terhadap dunia musiklah yang kemudian memaksa Zul kembali ke Tanah Air dan membentuk Zivilia bersama beberapa rekannya. Sebelum teken kontrak dengan NAGASWARA di tahun 2010 ini, band tersebut bernama Ziphilia. Nama ini diambil dari gabungan nama dirinya “Zul” dan nama istrinya “Philia”. Agar gampang disebut, oleh Produser NAGASWARA, nama ini kemudian diperpendek menjadi Zivilia. Siapa mengira, lewat tembang “Aishiteru” (lagu dengan warna J-pop), Zivilia yang hanya beranggotakan Zul (vokal dan piano sintesiser) dan Idham Akbar (bas) mampu meraih sukses besar. Dalam tiga bulan sejak diluncurkan pada bulan Mei 2010, single “Aishiteru” sudah menjadi top RBT di sejumlah provider telepon seluler.  Sayang, sukses yang baru seumur jagung itu, harus dibayar mahal dengan tudingan dan pelaporan tak beralasan dari sang istri kepada pihak kepolisian Kendari. Zul mengungkapkan, sebenarnya ia telah digugat cerai oleh istrinya di Pengadilan Agama Kolaka, Sulawesi Tenggara pada Oktober 2009. Namun, dia bersikukuh untuk tidak bercerai. Sekembalinya dari Jepang, kondisi ekonominya memang tidak baik. “Berkali-kali saya mengajaknya untuk kembali kepada saya dan menyelesaikan masalah ini baik-baik,” ungkap lelaki kelahiran Kendari, 19 Agustus 1981 itu.

Akhirnya, Zul kembali memutuskan untuk merantau. Kali ini, ia memilih Jakarta untuk memperkenalkan sejumlah lagu yang telah diciptakan. Menyusul langkah pasti Zivilia dengan tembang “Aishiteru”, Zul mulai menemukan perubahan sikap pada istrinya. Menurut Zul, istrinya mulai melunak dan mengajak untuk berdamai. Namun, perasaan Zul terlanjur hancur atas langkah pelaporan yang ditempuh Philia terhadap dirinya.

“Jadi, saya tidak pernah menelantarkan anak dan istri saya. Apalagi sampai menganjurkan melakukan hal yang tidak-tidak kepada istri saya. Meski saya masih mencintai dia, saya-lah yang ditinggalkan dia,” katanya sedih.  Sebagai bukti rasa cintanya kepada sang istri, Zul pun menggubah sebuah lagu berjudul “Setia”. Dalam single tersebut, Zul mengungkapkan perasaan terdalamnya kepada Philia. Namun, ibarat nasi telah menjadi bubur, segala sesuatunya terlanjur jauh. Zul hanya berharap dapat menyelesaikan persoalan rumah tangganya dengan baik, dan tidak mengganggu langkah Zivilia, band yang susah payah dibangunnya.  “Saya kenal Zul sebagai anak baik. Mudah-mudahan semua persoalan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” harap Rahayu Kertawiguna, produser yang membawahi band Zivilia.*** (PR Nagaswara)

COMMENTS