Jika “Aku Bukan Bang Toyib” Dilagukan Fabrizio Faniello

Jika “Aku Bukan Bang Toyib” Dilagukan Fabrizio Faniello

Sukses lewat dua lagu WALI yakni “Cari Jodoh” (“I No Can Do”) dan “Baik-baik Sayang” (“My Heart is Asking You”), penyanyi Jerman asal Malta Fabrizio F

Gaijin Single Terbaru Akiremenai
Hello Dapat Penghargaan Platinum
WALI Libatkan Parawali Pilih Single Baru

Sukses lewat dua lagu WALI yakni “Cari Jodoh” (“I No Can Do”) dan “Baik-baik Sayang” (“My Heart is Asking You”), penyanyi Jerman asal Malta Fabrizio Faniello kembali memasang lagu “Aku Bukan Bang Toyib” (“I Will Stand by You”) di album terbarunya. Menurut Fabrizio, pasar Eropa sangat  merespon baik karya-karya WALI.

“Alasan ini pula yang membuat saya mengadopsi kembali lagu WALI di album saya. Terusterang, saya penggemar berat WALI band,” ujar Fabrizio saat ditemui di kantor NAGASWARA, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat (21/10).

Lagu WALI “Aku Bukan bang Toyib” atau dalam versi Inggrisnya berjudul “I Will Stand by You” dimasukkan Fabrizio dalam album ke-5 yang diberi tajuk “No Surrender”. Di album ini juga Fabrizio masih menjagokan dua single WALI terdahulu, yakni “Cari Jodoh” (“I No Can Do”) dan “Baik-baik Sayang” (“My Heart is Asking You”). Album ini sendiri dijual di Eropa dan sejumlah negara di kawasan Malta  seperti Swiss, Yunani, Syprus dan Malta. Fabrizio adalah penyanyi kelahiran Malta yang besar dan sukses di Jerman.

Jumat (21/10), Fabrizio bersama produsernya Manfred Holz kembali menginjakkan kaki di Indonesia. Ini adalah kali ketiga mereka bertandang ke Tanah Air. Fabrizio pertama kali ke Indonesia saat tour “I’m in Love” di tahun 2006. “I’m in Love” atau “The Whistle Song” adalah lagu yang membesarkan nama Fabrizio di dunia. Fabrizio berkunjung lagi ke Jakarta pada Desember 2010 bertepatan dengan penyelenggaraan  NAGASWARA Music Awards 2010. Di ajang tersebut, Fabrizio dianugerahi “Special Ambassador Awards” oleh NAGASWARA. Penyanyi berusia 30 tahun ini dianggap berjasa memperkenalkan karya WALI di Eropa dan negara-negara sekitarnya.

Kedatangan Fabrizio kali ini ke Indonesia karena 2 hal. Selain akan tampil memeriahkan ulang tahun WALI di sebuah televisi swasta pada 31 Oktober, penyanyi ini juga menjalani promo album terbarunya, “No Surrender”. Sejak membawakan lagu-lagu WALI dalam versi Inggris, penggemar Fabrizio di Indonesia ikut bertambah. Tak salah jika selama kehadirannya di sini, Fabrizio kerap tampil dalam program musik di sejumlah televisi swasta. Sabtu (22/10) misalnya, sebelum berangkat ke Manado, Sulawesi Utara untuk mengisi acara final Bintang Radio yang diselenggarakan RRI dan NAGASWARA, Fabrizio tampil membawakan single terbarunya di program musik INBOX SCTV. Jadwal on air dan off air-nya akan terisi penuh hingga menjelang kepulangannya ke Jerman (2/10).

“Indonesia sudah menjadi rumah bagi saya. Lebih-lebih di sini saya bisa bertemu dan bernyanyi bersama band idola saya, WALI,” kata Fabrizio jujur.

Lima  tahun yang lalu, Fabrizio hanyalah seorang penyanyi yang populer lewat hits  single “I’m in Love”. Kepandaiannya menggabungkan nyanyian dengan siulan (whistle) adalah nilai plus yang menjadikan Fabrizio berbeda dari puluhan bahkan ratusan penyanyi atau band luar negeri yang menyerbu negeri ini setiap saat. Namun, keputusannya menyanyikan ulang lagu-lagu WALI dalam versi Inggris, mau tak mau memberi pandangan  lain dalam sosok Fabrizio. Fabrizio adalah duta swara yang membanggakan bagi negeri ini. Lewat  suaranya, 2 lagu WALI yakni  “Cari Jodoh” dan “Baik-baik Sayang” mampu dikenal masyarakat Eropa dengan judul “I No Can Do”, dan “My Heart is Asking You”.  Siapa yang bisa membayangkan bahwa lagu-lagu WALI bisa dibeli orang Eropa dan bertengger di “Top 20 Eurovision” (sebuah barometer musik berdasarkan pilihan penonton televisi di Eropa)  selama berbulan-bulan. Sebuah prestasi luar biasa bagi Fabrizio, bagi WALI, bagi Indonesia bila dihubungkan dengan kebiasaan musisi negeri ini dalam memplagiat karya-karya musisi manca negara! (nagaswara public relations)

COMMENTS