Kota Rawan Penipuan di Dunia

Kota Rawan Penipuan di Dunia

Waspada penipuan saat traveling! Tidak semua kota di dunia ini aman untuk traveler. Bahkan ada kota yang tersohor karena rawan dengan tindak penipuan.

Gita Sinaga Sayang Bilang Sayang
Indonesia Peringkat 8 Pengguna Facebook
Dilza Dari Model Terjun ke Dunia Tarik Suara

Kota Rawan Penipuan di DuniaWaspada penipuan saat traveling! Tidak semua kota di dunia ini aman untuk traveler. Bahkan ada kota yang tersohor karena rawan dengan tindak penipuan. Di mana saja?

Turis adalah sasaran empuk untuk penipu dan penjahat jalanan di seluruh dunia. Diintip dari situs Telegraph, Kamis (31/1/2013), berikut adalah 6 di dunia yang paling rawan penipuan:

1. Bangkok, Thailand

Kuil Wat Pho menjadi salah satu tujuan para turis di Bangkok, Thailand. Hati-hati, para penipu sudah berada di sekitar 500 m dari pintu masuk Wat Pho. Ketika Anda tiba, mereka akan mengatakan kalau kuil tutup, padahal tidak. Selanjutnya, mereka akan menawarkan destinasi alternatif.

Dengan mengendarai tuk-tuk yang juga dikendarai oleh temannya, Anda akan terbebas dari biaya perjalanan. Jangan senang dulu! Anda akan dibawa ke sebuah jalan yang penuh dengan toko perhiasan. Semua toko ini menjual batu permata mahal.

Kalau ini terjadi, sebaiknya Anda mencari tahu apakah kuil benar-benar tutup. Jika ditawari untuk jalan-jalan ke toko perhiasan, cukup tersenyum, menolak secara halus, dan meninggalkannya.

2. Istanbul, Turki

Di Kota Istanbul, Turki, banyak pria muda dan ramah, yang akan menjadi teman baru Anda. Mereka akan mendekati Anda di jalan atau di bar dengan cara membelikan bir. Kemudian, mereka akan mengundang Anda untuk pergi ke bar lainnya.

Masalahnya adalah biaya minuman di bar tersebut mahal, sekitar 80 Poundsterling (Rp 1,2 juta). Saat itu, Anda mendapat tagihan dan ‘teman baru’ Anda berpura-pura untuk membayar setengahnya dengan kartu kredit. Tapi, bar tersebut tidak mengambil uang di kartu kreditnya sedikit pun. Setelah Anda berpisah darinya, penipu itu akan kembali ke bar dan mengambil komisinya. Cara terbaik untuk menghindari penipuan seperti ini ingatlah kata-kata, “Jangan pernah menerima minuman dari orang asing!”

3. Barcelona, Spanyol

Hati-hati dengan pencopet di Barcelona. Para pencopet di kota ini mempunyai aturan saat beraksi. Mereka tidak pernah mencuri dari penduduk setempat dan selalu beraksi di daerah ramai. Mereka biasanya beraksi di kereta MRT Barcelona yang disebut Metro.

Saku belakang dan tas bahu traveler menjadi target aksi mereka. Pencopet di Barcelona sangat mahir, bahkan membuka resleting saat menaiki tangga bukan masalah. Untuk menghindari aksi pencopetan tersebut, ketika berada di Metro letakkan semua barang berharga di depan Anda.

4. Roma, Italia

Jadwal kegiatan selama berlibur adalah hal yang harus diperhatikan, terutama saat Anda berlibur ke Roma. Pemandu wisata merupakan usaha yang menguntungkan bagi para penipu dan operator tur yang dikelola oleh mafia. Mereka akan mengenakan biaya premium, tapi pemandu wisatanya tidaklah lebih tahu tentang Roma ketimbang Anda.

Ingat, semua pemandu wisatawa terkemuka membuka pemesanan melalui online. Jadi, pastikan Anda memilih operator dengan benar. Bisa juga Anda memilih berdasarkan ulasan terbaik dari website, seperti TripAdvisor.

5. Marrakech, Maroko

Berlibur di Kota Marrakech, Maroko belum lengkap tanpa membeli karpet. Aturan umum yang harus Anda ingat, yakni karpet tua lebih berharga. Namun, hati-hati terjebak dengan karpet tua palsu. Bahkan, ada pabrik untuk memutihkan karpet agar terlihat lebih tua di Marrakesh. Nantinya, karpet tersebut akan dijual kepada wisatawan sebagai barang antik dengan harga lebih mahal.

Bila Anda ingin membeli karpet tua, cara yang paling aman adalah pergi ke Marrakech New Town. Anda akan mendapatkan karpet dengan harga yang lebih murah. Pastinya, toko-toko di sana bersih dari karpet tua palsu.

6. Delhi, India

Salah satu aksi penipuan pada turis yang paling mengejutkan terjadi di Delhi, India. Ternyata di kota ini banyak terdapat dokter dengan surat tugas palsu. Sebenarnya, dokter-dokter tersebut tidak lebih baik saat memberikan resep.

Menurut dokter asli, mereka bisa menggelembungkan biaya tagihan medis. Mereka akan menambahkan biaya perawatan dan obat-obatan yang sebenarnya tidak pernah Anda dapatkan. Keuntungannya adalah 50 persen dari biaya yang dikenakan pada pasien. Untuk menghindari aksi dokter-dokter nakal itu, sebaiknya Anda langsung datang ke rumah sakit jika merasa tidak enak badan. (Sumber Wartague)

COMMENTS