Kujadi Kau Selalu Dihatiku

Tidak banyak band yang berhasil menyajikan ulang lagu-lagu nostalgia secara apik. Apalagi, dengan aransemen  modern, dan format ngeband. Namun, berbed

Tidak banyak band yang berhasil menyajikan ulang lagu-lagu nostalgia secara apik. Apalagi, dengan aransemen  modern, dan format ngeband. Namun, berbeda dengan proyek awal yang dikerjakan Kujadi band. Memilih single “Kau Selalu di Hatiku” karya Wedhasmara sebagai single pamungkas mereka dalam memasuki industri musik Tanah Air, Kujadi band merombak habis lagu yang popular lewat penyanyi Ernie Djohan di tahun 1967 itu. Lewat kreativitas tiga anak muda yang tergabung dalam Kujadi band; Rian (vocal), Rocky (bas), dan Guntur (gitar), single “Kau Selalu di Hatiku” pun berubah menjadi single “baru” dengan rasa anak band.

“Hal utama yang harus kita sampaikan, ini merupakan tantangan tersendiri saat harus menyelesaikan lagu ini. Tapi kita bersyukur bisa selesai, dan mendapat kepercayaan penuh dari penciptanya juga pihak NAGASWARA untuk merekam ulang ‘Kau Selalu di Hatiku’,” kata Rian, vokalis band itu.

Menarik disimak, lewat garapan Kujadi band, single ini kemudian lengkap dengan  unsur rokestrasi. Padahal, secara utuh, single ini terlanjur dikenal dengan karakter suara perempuan (selain Ernie Djohan, sejumlah penyanyi perempuan pernah mempopulerkan ulang single ini). Warna rock bagi Kujadi band, memang menjadi spesialisasi yang ingin terus dihidupkan band ini. Secara visual, sutradara Patrick Effendy pun memberikan kekuatan pada lagu ini dengan tampilan video klip yang menarik.

“Kita ingin membuat sesuatu yang baru. Musik sekarang kan hanya begitu-begitu saja. Setidaknya, lewat lagu ini, kita berharap dapat menyatukan audience jaman Ernie Djohan dan generasi sekarang,” ujar Guntur.

Namun, di balik semua kisah lagu ini, Kujadi band memiliki tujuan lain yang mulia. Sebagai anak-anak muda yang baru terjun di industri rekaman, mereka menyadari betul peran serta karya-karya musisi senior. Perkembangan industri musik yang begitu cepat, nyatanya menggerus nasib mereka tanpa ampun. Dengan menyajikan ulang lagu ini, para personil band itu berharap dapat memberikan apresiasi terhadap karya musisi senior.

“Jujur, ini memang menjadi bentuk apresiasi kita. Karya-karya musisi senior kita, ternyata bagus-bagus. Semoga dengan cara ini, bias menghidupkan kembali karya mereka,” jelas Rian.

Langkah Kujadi band memasuki industri musik Tanah Air, pun tak lepas dari campur tangan Ari “Bias”. Lewat musisi inilah para personil band ini dipertemukan dan sepakat untuk membentuk Kujadi band.

COMMENTS