Kulit Lebih Putih di Area Mulut

Kulit Lebih Putih di Area Mulut

Perubahan warna kulit di sekitar mulut, banyak penyebabnya lho temen radio. Umumnya karena proses peradangan kulit, yaitu iritasi atau alergi terus me

NSP 1212 Merpati Masuk 10 Besar
Hari Pendidikan Nasional Tanggal 2 Mei
Tips Kecantikan Ala Kamaya

Perubahan warna kulit di sekitar mulut, banyak penyebabnya lho temen radio. Umumnya karena proses peradangan kulit, yaitu iritasi atau alergi terus menerus yang tak disadari penderita. Radang kulit jenis ini tidak hanya terlihat kemerahan karena berskala kecil dan ringan. Tapi bila berlangsung lama, warna kulit jadi tidak rata, putih atau kehitaman, bahkan berjerawat.

Beberapa kemungkinan penyebab :

Cairan kumur
Kebanyakan cairan kumur mengandung zat antiseptik dan alkohol yang bisa menimbulkan alergi dan iritasi pada area mulut.

Pasta Gigi
Iritasi atau alergi terhadap pasta gigi, terutama yang mengandung zat kimia pemutih gigi, berbagai merk. Kasus ini sering ditemui. Coba ingat, apa dalam beberapa bulan ini pernah mengganti pasta gigi? Kadang penderita merasa tidak ganti, tapi setelah ditelusuri ternyata ganti jenis, meski merknya sama. Misal, sebelumnya pakai jenis herbal lalu ganti dengan whitening.

Lalu, bagaimana pasta gigi bisa mengubah warna kulit sampai dagu? Saat kita menggosok gigi, buas yang keluar juga akan melebar ke sekitar area mulit, di bawah hidung hingga dagu, juga saat berkumur. Selain bahan kimia whitening, banyak kasus alergi terjadi karena bahan kimia lainnya dalam pasta gigi, seperti deterjen, pengawet, pewangi, bahkan bahan kimia yang diklaim alami, misalnya sirih, pinang, dan siwak. Juga bahan kimia dalam pasta gigi sensitif, bagi sebagian orang bisa menyebabkan alergi.

Getah buah
Getah buah yang sering menyebabkan alergi adalah getah buah duku, rambutan, salak, mangga, nanas, dan manggis.

Kosmetika
Sabun, susu pembersih, penyegar, bedak, pelembab, krim malam, krim bibir, lipstik, lipgloss yang kita pakai sehari-hari dapat menyebabkan iritasi dan alergi. Kulit pada area sekitar mulut sensitif, sebaiknya tidak dioleskan bahan-bahan kimia yang menempel lama pada kulit. Perhatikan daerah kulit wajah, adakah bercak putih samar-samar atau warna tidak merata. Kalau ada, mungkin kita tidak cocok dengan kosmetik tersebut.

Untuk mengatasinya, coba perhatikan hal-hal tersebut, lalu buat catatan. Pilih pasta gigi biasa tanpa zat pemutih gigi, deterjen, pewangi dan zat tambahan lain. Bila perlu, sementara pakai odol bayi berlabel “aman jika tertelan”, biasanya tidak mengandung bahan kimia penyebab iritasi dan alergi. Sebaiknya jangan berkumur dengan mouthwash dulu. Hindarkan mengoles kosmetik pada area mulut dan bibir. Buah-buahan bergetah dianjurkan diblender dan diminum menggunakan sedotan.

Setelah semua dilakukan, tunggu 1-2 bulan, karena penyembuhan proses alergi kulit cukup lama, walau zat penyebabnya sudah tidak ada. Kalau tak membaik, segera berobat ke dokter spesialis kulit dan kelamin terdekat.

COMMENTS