Mikki Boys Band Karya Andhika & Imot

Mikki Boys Band Karya Andhika & Imot

Mikki Boys Band Karya Andhika & Imot. Konon gara-gara tidak karya-karya Andhika dan Imot yang tidak tertampung di Titans, mereka berdua membuat pr

Mikki Boys Band Karya Andhika & Imot. Konon gara-gara tidak karya-karya Andhika dan Imot yang tidak tertampung di Titans, mereka berdua membuat proyek sendiri yang mereka beri nama Mikki Boys Band. Bukan main, boys band satu ini tidak sekadar boys band biasa atau cuma sekumpulan anak muda yang beradu penampilan semata.

Mereka bersembilan ini adalah hasil audisi yang berliku. Kemudian mereka dibesut secara khusus, dan diseleksi secara ketat oleh Andhika dan Imot The Titan. Mereka berdua adalah keybordist dari The Titans. Lantas, kenapa tiba-tiba membentuk boys band, apakah karena The Titans tidak lagi terasa nyaman?

Padahal, baru-baru ini The Titan dikabarkan nyaris retak karena Rizki sang vokalis sering dicabut sebagai vokal band lain? Tentu saja hal ini dibantah mentah-mentah oleh Andhika. Sebab, Mikki lahir karena terinpirasi oleh trend musik sekarang ini. Dimana Pop modern yang diramu dengan dance tengah marak bak jamur di musim hujan.

“Ya jujur saja Inspirasinya adalah nama tokoh kartun Disney hanya tulisan yang berbeda, kalau Disney menyebut tikus dengan Mickey, sedangkan ini adalah Mikki,” terang Imot.

Tetapi bukan berarti Mikki disamakan dengan tikus. Melainkan lebih bermakna lucu, imut dan menggemaskan. Karena itulah, Mikki yang dibentuk pada 25 April 2011 itu, langsung dibuatkan single perdana berjudul “I dont Want let You Go’ ciptaan Imot dan Andhika sendiri.

Mulai dari aransemen, manajerial, latihan, dan konsep perform dance, mereka buat bareng-bareng. Andhika juga menerangkan, kalau ada nama Mikki berarti juga ada Minni. Makanya, mereka pun membentuk Girl Band dengan single Never let You Go, dengan sebutan Minni. Personel Minni ini juga didapat dari hasil Audisi selama beberapa minggu. Imot berharap, Minni bisa menjadi pasangan Mikki. “Kalau ada Mikki ya ada Minni, jadi masih ada benang merahnya,” terang Andhika.

Dengan trend yang ada masih sesuai dengan karakter mereka yang masih belia, maka tidak ada unsur pemaksaan di dalamnya. Harapannya tentu saja mereka yakin akan ada masa depan yang cerah. Sebab, dengan boys band yang ada pasangannya, lebih menarik mata pasar musik nasional. Sementara boys band yang ada sekarang ini belum ada pasangannya alias stand alone. “Paling tidak walaupun pada dasarnya mereka tetap stand alone, tetapi di sisi lain bebas memainkan konsep, lagu dan bebas berekspresi dengan pasangan mereka,” papar Andhika.

Awalnya Mikki berkiblat ke arah American Style yakni 3 orang. Tapi kemudian, karena sepertinya lebih seru beramai-ramai, sehingga diputuskan dengan konsep korean style dengan personel 9 orang. Karena di korea memang biasanya personel boys band beranggotakan 7- 9 – sampai 12 orang. Ditambah lagi dengan konsep pop dance yang prediksinya lebih diterima di dance, dan tidak perlu K Pop, namun tetap ngepop. “Musiknya seperti trio libels dengan aransemen yang modern dan original,” ujar Imot.

“Kita tidak mau K-pop karena kami lebih suka original indonesia. Aransemen kita bikin berdua, musik-musik jenis ini tidak mungkin dimasukin ke Titans. Karena hal ini adalah eksperimen kita yang kami keluarkan ke sini. Sedangkan kalau dipaksakan ke Titan, jelas tidak mungkin sama konsepnya,” terang Andhika.

Maka dari itulah, jauh-jauh hari Andhika sudah berupaya mengantisipasi agar tidak muncul sebuah kecemburuan. Karena jelas, dengan konsep yang berbeda, tidak mungkin dilempar ke dalam Titans. “Jadi teman-teman kita itu mengerti ada sisi -sisi yang kita bisa bikin tapi tidak bisa bikin di Titans. Karena Indra sendiri jadi produser, Rizki suka nyanyi dengan Drive, ada hal-hal yang bisa dibicarakan secara kekeluargaan. Sehingga membentuk kreasi baru yang tidak mungkin bisa diterapkan di Titans,” ujar Imot.

“Sejauh ini kami tidak ingin mengganggu keberadaan Titans, Malah sebelum ada Titans, dan waktu saya masih di Peterpan, aku sudah menjadi produser. Bahkan ketika Imot masih di Rock n Roll Mafia, jadi anak anak titans yhang lain sudah mengetahui hal itu,” imbuh Andhika.

Jadi kalau Andhika dan Imot mempunyai creatifitas baru, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Titans. Sepertinya mereka berdua juga memiliki kecocokan dalam¬† berbisnis dan bekerjasama. Mungkin karena mereka berdua (Andhika dan Imot) sama-sama keybordist di Titans. “Jadi walaupun sama-sama keybordist, tetapi beda divisi. Saya divisi sound konvensional, sedangkan dia sound-sound modern,” terang Andhika.

Kendati demikian, mereka berdua berharap Boys Band Mikki dan Girls Band Minni, cepat diterima di blantika musik indonesia. Mereka juga tidak ingin dicap sebagai plagiat karena mereka bikinnya juga seoriginal mungkin agar bisa eksis dan tahan lama di Indonesia. www.nagaswaramusic.com/ Kim Sadewa

COMMENTS