Nagaswara Berjuang Untuk Karya Musik

Nagaswara Berjuang Untuk Karya Musik

NAGASWARA. Kementerian Kominfo pada tanggal 27 Juli 2011 telah mengadakan acara sosialisasi perlindungan dan apresiasi karya cipta seni musik di dunia

NAGASWARA. Kementerian Kominfo pada tanggal 27 Juli 2011 telah mengadakan acara sosialisasi perlindungan dan apresiasi karya cipta seni musik di dunia maya. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring. Pada kesempatan itu hadir juga  anggota DPR-RI (Theresia Pardede dari Komisi X DPR-RI), pejabat Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Kementerian Keuangan, Kepolisian RI serta dari industri musik CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna  juga penyanyi dan kalangan artis seperti Sam Bimbo, Acil Bimbo, Titiek Puspa, James F Sundah dan lain-lain.

Adanya sosialisasi ini dilatar-belakangi oleh adanya concern dari sejumlah pelaku industri musik mengenai maraknya download konten ilegal untuk musik digital di internet, dan menengarai, bahwa potensi kerugiaannya sangat besar yaitu hingga Rp 12 trilyun per tahun dengan adanya penjualan musik digital dari internet tanpa persetujuan dari pemegang hak cipta, sehingga dikhawatirkan industri fisik rekanan (infustri kaset, CD dan DVD legal) akan terdestruksi secara bertahap. Mereka ini juga berharap agar Kementerian Kominfo memfasilitasi perlindungan karya / hak cipta dalam dunia maya.

“ Saya sudah sangat tertindas atas perilaku pembajakan karya musik yang masih merajelela dengan berbagai bentuk. Sudah menjadi semangat saya dalam membangun Nagaswara untuk berjuang mengatasi segala bentuk penindasan yang merampas karya musik musisi, “ungkap CEO Nagaswara, Rahayu Kertawiguna saat di mimbar forum sosialisasi perlindungan dan apresiasi karya cipta seni musik di dunia maya, Rabu (27/7).

Forum yang dibawakan oleh Bens Leo selaku pengamat musik juga menyuarakan sisi kepentingan para musisi senior diantaranya Sam Bimbo.

”Sangat mengkhawatirkan jika kami yang berkarya tidak diperlakukan adil oleh para pembajak. Terutama teknologi sekarang berkembang maju, sehingga  menambah maju juga tindakan pembajak dengan illegal download. Oleh karena itu kami ingin pemerintah,pelaku industri musik ,pedagang juga masyarakat saling menghargai,”jelas Sam Bimbo.

Mengingat masalah download konten ilegal ini cukup sensitif, maka Kementerian Kominfo meminta kalangan industri musik untuk harus membuat grup penilai yang menetapkan (membuat kepastian) terhadap konten ilegal yang perlu diblok, sehingga secara teknis Tim TRUST Positif (yang selama ini bersama para penyelenggara Internet Service Provider melakukan pemblokiran terhadap konten pornografi berdasarkan alamat web) dalam melakukan pemblokiran konten musik ilegal tanpa terkendala.

Nilai sensitivitas lainnya adalah, bahwasanya kegiatan ini sama sekali tidak untuk memupuk kreativitas masyarakat dalam memperoleh karya seni karena fakta menunjukkan, bahwa hal tersebut sudah cukup menggejala di kalangan masyarakat. Hanya saja yang diperlukan adalah kesadaran bersama untuk mematuhi ketentuan yang ada. Itulah sebabnya perlu adanya sosialisasi mulai tanggal 27 Juli 2011 ini dengan tujuan untuk mengkondisikan pada masyarakat (minimal supaya tidak terkejut) mengenai rencana pemblokiran tersebut dan bahkan dimungkinkan untuk memperoleh masukan, saran dan kritikan bagi tujuan penegakan hukum yang tetap mempertimbangkan berbagai aspek sosial, politik, ekonomi, budaya dan kreativitas masyarakat. www.nagaswaramusic.com/ Arie

COMMENTS