NOS & Fenomena Polisi

NOS & Fenomena Polisi

Acara peresmian NOS (Nagaswara Original Store) di Glodok Plaza bulan lalu, berlangsung cukup meriah. Hanya dalam waktu satu jam, Cd, Dvd, Mp3 Original

Acara peresmian NOS (Nagaswara Original Store) di Glodok Plaza bulan lalu, berlangsung cukup meriah. Hanya dalam waktu satu jam, Cd, Dvd, Mp3 Original yang dijual oleh artis-artis Nagaswara, laris manis diserbu pembeli. Bagaimana perkembangannya NOS sampai saat ini? dan bagaimana dampak fenomena Polisi menyanyi  untuk perkembangan musik di Indonesia? dibahas tuntas di acara Temen Spesial, barengan Aciet n Keykey, Sabtu (9 April 2011), Bpk. Rahayu Kertawiguna akan buka-bukaan soal ini.

“Perkembangan NOS (Nagaswara Original Store), sampai saat ini, lumayan bagus. Cukup banyak pelanggan yang menyukai lagu-lagu original dan bisa mendapatkannya dengan harga murah”, ujar Bpk.Rahayu. “Omset nya pun lumayan,tp kita masih harus nunggu waktu kurang lebih 3 bulan ke depan”, lanjutnya.

Kabarnya, di glodok ada penjual yang tertangkap karena menjual film porno. Menurut Bpk. Rahayu, seharusnya pemerintah tidak hanya memberantas film porno saja, tapi sesuatu yang sifatnya melanggar hak cipta, seharusnya dilarang dan di berantas. Mereka seharusnya bisa lebih menghargai hasil karya seseorang, gak sembarangan membajak. Jadi, kalau melihat situasi seperti itu terlihat sangat miris.

Pada saat peresmian NOS, para pembajak yang berjualan di glodok, kabarnya langsung menurunkan harga barang dagangan mereka. Tapi, NOS tetap optimis, karena memiliki kualitas yang jauh berbeda. Di sana, pembeli bisa mendapatkan Cd,Vcd,Dvd dan Mp3 Original seperti Wali,Kerispatih, Zivilia dan lain-lain hanya dengan harga Rp.6500,-.

Dengan harga jual yang sangat murah ini, bagaimana tanggapan dari artis-artisnya sendiri? Bpk.Rahayu menjelaskan, bahwa pada prinsip nya, semua artis sangat mendukung pergerakan ini. Karena hal ini merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian seorang produser terhadap dunia musik, untuk memperkecil jumlah pembajakan di Indonesia.

Nagaswara bisa dibilang merupakan trendsetter dalam masalah pembajakan. Bpk. Rahayu pun mengakui itu. Namun masih banyak orang-orang yang berkecimpung di industri ini, terutama label-label besar yang sudah eksis, tapi justru cenderung apatis dengan keadaan ini. Sedangkan Nagaswara tidak ingin seperti itu.

NOS (Nagaswara Original Store) bakal ada di 15 titik, khususnya di kota Jakarta, Tanggerang, Bekasi, sekitar Jawa Barat dan diusahakan masuk sampai ke Jawa Timur. Sementara ini masih di pulau Jawa saja. “Kita liat perkembangan 6 bulan ke depan dulu, kalau animo masyarakat bagus, kita tidak segan-segan untuk buka pintu ke Sumatra dan Irian”, ungkap Bpk. Rahayu.  Bahkan rencananya, NOS akan sampai ke 50 titik. Salah satunya, NOS Kota Bogor bakal buka di Lt.3 Radio Nagaswara 99,7 FM. So, ditunggu aja yah…

Bpk.Rahayu pun memiliki rencana ke depan untuk menanggapi masalah pembajakan. Menurutnya, kalau bicara masalah pembajakan, kita sebagai orang timur…harus mengetahui bahwa pembajakan ini merupakan budaya barat. Karena, teknologi merekam dan lain-lain itu berasal dari sana. Kita khususnya sebagai orang timur, tinggal melaksanakannya saja. Konsep seperti inilah yang akhirnya bisa membelenggu. Misal, Cyber Crime nya orang-orang barat ini bertugas untuk memberhentikan ilegal download. Karena dengan berkembangannya Youtube dan 4Shared sebenernya sudah membelenggu mereka sendiri. Akhirnya mereka juga yang kerepotan, pedahal mereka yang menciptakan.

Kalau di negara-negara yg belum maju, atau yg belum berkembang seperti Indonesia mungkin masalah pemberantasan pembajakan ini bisa di arahkan menjadi satu. Beda dengan orang barat yang sifatnya liberal. Tapi sebaiknya, semua harus datang dari diri sendiri, bahwa harus bisa meyakini diri untuk tidak membeli barang bajakan, karena tidak ada gunanya.

“Kita sebagai media, fungsinya adalah bukan mencari uang semata tapi juga untuk menyehatkan industri ini , mengarahkan masyarakat untuk tidak membeli produk bajakan, dan harus brain storming terus bahwa sejak dini kita harus memprotek”, ujar Bpk.Rahayu.

Menanggapi hal lain yaitu fenomena briptu yang tiba-tiba terkenal dengan adanya youtube dan mahir mengekspresikan dirinya dengan menyanyikan sebuaah lagu, CEO Nagaswara menjelaskan bahwa sebenarnya Nagaswara sudah lebih dulu memperkenalkan seorang Briptu Czar yang sudah lebih awal dan terkenal dengan group bandnya “D’Zoul” yang sampai saat ini lagu “Bukan Takdir Kita” terkenal di daerah asal Briptu Czar yaitu Kendari bahkan di radio-radio lain di Indonesia masih menempati top request dan top chart, dan hal ini dibenarkan oleh Aciet n Keykey karena memang saat ini di Nagaswara FM single tersebut sangat banyak banget direquest oleh temen radio. NOS (Rike) www.nagaswarafm.com

NOS & Fenomena Polisi

NOS & Fenomena Polisi

NOS & Fenomena Polisi

COMMENTS