Sikap Hadapi Kesalahan Memalukan

Sikap Hadapi Kesalahan Memalukan

Pernahkah kamu melakukan suatu kesalahan ? Hampir setiap orang pernah melakukannya. Terlebih lagi mereka yang setiap harinya berinteraksi dalam kehidu

Zaskia New Single 1000 Alasan
DADIDO Rilis Taubatan Nasuha
Zaskia Tidak Perlu 1000 Alasan untuk Sekolah Lagi

Pernahkah kamu melakukan suatu kesalahan ? Hampir setiap orang pernah melakukannya. Terlebih lagi mereka yang setiap harinya berinteraksi dalam kehidupan kantor. Kita mungkin melakukan kesalahan pada atasan, bawahan, dan kolega. Tetapi melakukan kesalahan yang memalukan adalah hal lain yang mungkin sulit dihapus begitu saja. Mungkin kamu pernah menumpahkan kopi di kemeja tamu bisnis kamu. Atau, tanpa sengaja mengirim email ejekan pada bos kamu. Atau, menghilangkan data penting milik bawahan kamu. Atau, salah memanggil nama pasangan kolega kamu. Atau, ah banyak sekali kesalahan yang mungkin terjadi. kamu malu, itu pasti. kamu mungkin juga merasa takut, cemas, gelisah, tidak enak hati, dan sebagainya. Itu adalah reaksi spontan. Sebagian besar kesalahan itu akan menjadi bahan kenangan hingga waktu yang lama. Namun demikian kamu perlu mengambil sikap agar kamu bisa segera mencairkan suasana dengan segera. Berikut ada beberapa tips bersikap saat kamu melakukan kesalahan yang memalukan.

Sikap Hadapi Kesalahan Memalukan

Minta maaf setulus hati.

Tunjukkan permintaan maaf yang spontan dan tulus. Permintaan maaf semestinya bukan sekedar tuntutan moral, melainkan juga dorongan rasa bersalah dari dalam diri dan keinginan untuk memperbaiki keadaan. Percayalah, semua orang berjiwa pemurah bila kamu menunjukkan penyesalan dan mau meminta maaf dengan setulus hati. Jadi, jangan tunda permintaan maaf kamu. Lakukan segera setelah kesalahan terjadi. kamu juga boleh mengulang permintaan maaf itu beberapa waktu kemudian. Namun jangan berlebihan sehingga merusak itikad baik kamu.

Jangan menyalahkan orang lain atau mencari-cari alasan.

Sesaat setelah melakukan kesalahan, mungkin kamu tertegun dan merasa bodoh. Lalu mencari berbagai alasan guna menutupi semua itu. Ini adalah reaksi wajar. Namun, mencari alasan dan menyalahkan orang lain hanya akan memperburuk keadaan. Pikullah tanggung jawab atas kesalahan itu dengan gagah berani.

Jelaskan dan temukan sisi positif dari kesalahan.

Kebanyakan kesalahan tak memerlukan penjelasan. Namun bila dikomunikasikan justru bisa membuka pintu saling pengertian yang lebih baik antara kamu dan orang lain. Ungkapkan perasaan kamu sejujurnya, gunakan kata-kata yang cerdas, dan biarkan orang lain memahami kamu. Di saat yang bersamaan, pahami kekecewaan dan kemarahan orang lain. Jadikan momen ini sebagai titik awal perbaikan pemahaman dan hubungan kamu.

Lakukan langkah perbaikan.

Permintaan maaf belumlah cukup. kamu harus membuktikannya dengan melakukan perbaikan. Sudah sepantasnya kamu mengganti kesalahan itu dengan ganjaran yang setimpal. Bila kamu menuangkan kopi ke kemeja seseorang, jangan ragu membeli kemeja yang serupa. Permintaan maaf mungkin hanya berada di bibir, kamu perlu meminta maaf melalui tindakan yang nyata.

Terimalah kesalahan itu sebagai pelajaran.

Bila kesalahan yang memalukan itu terjadi, terimalah bahwa itu telah terjadi. Ini adalah langkah terbaik untuk memaafkan diri kamu sendiri. Merasa bersalah itu boleh-boleh saja, namun bila kamu tak mampu menerima dan terus-menerus menyesalinya, itu sama dengan menyiksa diri. Belajarlah menertawakan kesalahan diri sendiri. Terkadang melakukan kesalahan sudah merupakan suratan takdir.

Bertekadlah untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.

Tak ada orang yang begitu suci sehingga tak melakukan kesalahan sekali pun. Yang membedakan satu orang dengan yang lain adalah kemampuannya memetik pelajaran dari kesalahan itu, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Bila kamu tahu cara mengatasi suatu kesalahan, kamu menjadikannya sebagai batu pijakan pengembangan diri. (Sumber reocities)

Untuk melihat versi mobile yang dioptimalkan Klik disini.

COMMENTS