Terjadilah The Adly’s

Hampir 2 tahun bernaung di bawah bendera NAGASWARA, langkah band The Adly's di industri musik Tanah Air kian pasti. Setelah sukses lewat single kedua

Hampir 2 tahun bernaung di bawah bendera NAGASWARA, langkah band The Adly’s di industri musik Tanah Air kian pasti. Setelah sukses lewat single kedua mereka, “Aku Cintamu Cintanya”, band yang kini tampil dengan formasi baru; Adly Fairus (vokal), Bob (menggantikan Firman pada gitar), Thuse (bas), dan Harlan (menggantikan Arief pada drum), kembali memperkenalkan single teranyar mereka berjudul “Terjadilah”. Namun, sedikit berbeda dari single-single terdahulu band ini yang sebagian besar diciptakan oleh Adly Fairus, kali ini, The Adly’s membawakan satu nomor manis karya Tengku Syafick. Lagu ini sendiri, rencananya akan menjadi single pembuka untuk album kedua band itu yang tengah dalam proses penyelesaian.

“Kita bersyukur bisa melepas single ini sebagai langkah pembuka album kedua. Membawakan karya Tengku Syafick menjadi pengalaman baru bagi The Adly’s. Selain itu, di single ini, untuk pertama kali kita memperkenalkan 2 personil baru The Adly’s” ujar Adly, front man band itu.

Tak salah jika The Adly’s yang biasanya tampil menghentak layaknya anak band,  justru mengerem sedikit kegarangan mereka lewat single ini. Dengan nada-nada lembut dan tarikan vokal Adly yang lebih luas, The Adly’s memang berubah mellow. Namun, ini juga membuktikan keberhasilan band itu mengeksplorasi kemampuan musikalitas mereka. Mengaransemen dan menyanyikan karya orang, tentu bukan persoalan mudah bagi sebuah band yang terlanjur hidup dengan karakter sendiri.

“Makanya sejak awal kita anggap menyanyikan lagu memberikan tantangan tersendiri. Tapi luar biasa, kita ikut berubah di sini,” jelas Adly.

Sama halnya dengan karya-karya Shafick yang lain, single ini pun merangkai kisah percintaan yang mendalam antara sepasang anak manusia. Lewat vokal khasnya dan penjiwaan penuh, Adly pun tak kalah manis menghidupkan single ini layaknya kisah pribadi yang pernah ia jalani di kehidupan nyata. “Terjadilah” merupakan sebuah penegasan rasa cinta pada pandangan pertama dari seorang pria kepada gadis yang ditaksir. Ia jatuh cinta dan meyakini bahwa rasa yang sama itu ada pada sang gadis. Cinta adalah takdir, yang tak dapat direngut oleh siapa  atau apa pun. Lantas, benarkah single ini merupakan curhat pribadi Adly yang ditulis ulang oleh Syafick?

“Kata siapa? Semua orang bisa saja mengalami hal ini. Cinta itu kan  sesuatu yang spesial, yang hanya dirasa sepasang kekasih. Kalau jatuh cinta, sepatutnya kita ungkapkan perasaan itu kepada orang yang ditaksir agar semua menjadi indah,” elak Adly dengan kalimat puitis.

Yang pasti, langkah anak-anak muda yang tergabung dalam The Adly’s untuk terus berkarya, pantas diapresiasi baik. Apalagi, jika melihat kesibukan syuting dan kegiatan keartisan lain yang hingga kini masih tetap dilakoni Adly. Namun, sejak memutuskan untuk membentuk cikal bakal band ini di tahun 2000, Adly dan rekan-rekannya sudah bertekad untuk maju, seberat apa pun persoalan yang mereka hadapi.

“Komitmen menjadi dasar kita membentuk The Adly’s. Kita selalu merasa punya tanggung jawab untuk mengahadirkan karya-karya terbaik bagi penggemar kita. Mudah-mudahan, single ini dapat kembali menjadi jembatan yang menyatukan The Adly’s dan para penggemarnya. Amin,” harap Adly. *** (PR)

COMMENTS