Wanitanya Marcapada

Inilah salah satu band asal Yogyakarta yang begitu memperhatikan penampilan panggung mereka. Bagi Marcapada, panggung tak ubahnya semangat hidup, di

Inilah salah satu band asal Yogyakarta yang begitu memperhatikan penampilan panggung mereka. Bagi Marcapada, panggung tak ubahnya semangat hidup, di mana mereka dapat berinteraksi langsung dengan penonton. Tak salah jika untuk urusan manggung, band yang kini diawaki oleh Rama (gitar), Dyas (vokal), Enday (drum), Rony (bas), dan Galih (keyboard), selalu mempersiapkan segala sesuatu secara serius. Bila perlu, setiap hari wajib latihan guna memoles terus performa live mereka. Konsep panggung mereka berkiblat pada Rolling Stones, band asal Inggris. Sementara, karakter musik yang mereka tawarkan lebih kepada gaya Britpop ala U2.

“Betul-betul kita merasa punya nyawa saat tampil live di panggung. Untuk itu, kita selalu berusa atraktif dengan penonton,” jelasa Rama yang mencipta hampir semua lagu-lagu band itu.

Tahun 2010 ini, masih bernaung di bawah Big Indie NAGASWARA, Marcapada kembali melepas hits single mereka yang berjudul “Wanitaku”. Single ini sendiri rencananya akan menjadi bagian dari album kedua mereka yang tengah dalam proses penggarapan. Menurut Rama, konsep musik yang coba mereka gulirkan dalam single ini, sedikit berbeda dari sejumlah lagu dalam album perdana mereka, “The Marca”. Meski masih tetap bermain di ranah pop, mereka tidak ingin terjebak dengan aliran Happy Romantic yang berkesinambungan.“Wanitaku” bercerita tentang kekaguman seorang pria kepada wanita yang dicintainya. Sosok dengan pesona tersebut, diimpikan untuk menjadi pendamping hidup sang lelaki kelak.

“Kita ingin ada pembaruan dalam band ini dan musik kita. Apalagi saat ini Marcapada diperkuat dengan Dyas sebagai vokalis baru. Mudah-mudahan single ini lebih bisa diapresiasi” terang Rama.

Sementara, penggarapan video klip single “Wanitaku” dipercayakan kepada sutradara  Firlan di sekitar Anyer, Banten. Menurut Rama, konsep video klip Marcapada kali ini lebih lepas. Pendek kata, dengan alur “rock n roll”, mereka berharap Marcapada dapat hadir lebih rileks.

Single ini memang menjadi pembuka formasi baru band yang resmi menyandang nama Marcapada pada 11 Januari 2009 itu. Sebelumnya, dalam album perdana mereka, Marcapada mengedepankan Hendi sebagai vokalis mereka. Selepas Hendi, Marcapada kembali menggelar audisi di Yogyakarta untuk mencari pengganti vokalis bersuara lembut itu. Kemudian terpilihlah Dyas untuk mengisi kekosongan vokalis Marcapada.

Marcapada adalah band yang terbentuk dan membangun karier profesional mereka di kota Yogyakarta. Sebelum direkrut NAGASWARA, band yang semula bernama Jogiest ini menjadi band indie paling fenomenal di Yogyakarta pada paruh tahun 2000 hingga 2004

COMMENTS