Pelaku Pelanggaran Hak Cipta ME Akhrinya Divonis Satu Tahun Penjara

Pelaku Pelanggaran Hak Cipta ME Akhrinya Divonis Satu Tahun Penjara

Akibat ketidak tahuannya akan hukum, pelaku pelanggaran Hak Cipta dan Undang-undang ITE Pasal 48 dan 32, ME (20) akhirnya divonis 1 (satu) tahun

100x60.jpg 100w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara-200x120.jpg 200w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara-300x180.jpg 300w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara-350x210.jpg 350w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara-450x270.jpg 450w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara-500x300.jpg 500w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara-550x330.jpg 550w, https://www.nagaswarafm.com/wp-content/uploads/2019/04/Pelaku-Pelanggaran-Hak-Cipta-ME-Akhrinya-Divonis-Satu-Tahun-Penjara.jpg 721w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px" />

Akibat ketidak tahuannya akan hukum, pelaku pelanggaran Hak Cipta dan Undang-undang ITE Pasal 48 dan 32, ME (20) akhirnya divonis 1 (satu) tahun penjara subsider 2 bulan, dengan denda 100 juta rupiah, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).

ME mengaku hanya ikut-ikutan temennya membuat blog yang menyediakan musik ilegal. Awalnya, ia men-download musik (MP3) dari internet, lalu dimasukkan ke dalam website yang dibuat tanpa ijin penyedia konten resmi, seperti Label dan Publishing.

Akibat ulah

Advertisement
seperti tindakan ME ini, label mengalami kerugian hingga milyaran rupiah. ME adalah salah satu pelaku yang tertangkap oleh pihak Cybercrime Polda Metro jaya. Menurut Suparjan SH, Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang ditemui wartawan pada sidang putusan kemarin, mengatakan bahwa vonis kepada terdakwa sudah setimpal.

“Satu terdakwa ini, cuma mendapat keuntungan dari website tersebut sebesar 450 ribu, makanya disarankan pihak berwajib untuk menangkap pelaku lain dengan pendapatan yang lebih besar,” terang Suparjan kepada media.

Pada agenda sidang pada hari Rabu (6/3/2019) sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum menjatuhkan vonis kepada terdakwa ME,

Advertisement
dengan pidana selama 1 (satu) tahun dan 6 (bulan) dikurangi masa penahanan, dengan perintah agar terdakwa ditahan dengan denda sebesar Rp 100.000.000,- (seratus juta rupiah) Subsider 3 (tiga) bulan kurungan. www.nagaswara.co.id/ (KimSadewa)

COMMENTS