Connect with us

Temen Spesial

Setelah Rilis ‘Cak Culay Nabuy Nabuy’ Deni Ribowo Sowan NAGASWARA

Setelah Rilis 'Cak Culay Nabuy Nabuy' Deni Ribowo Sowan NAGASWARA

Setelah ‘Cak Culay Nabuy Nabuy’, Dirilis di Label Musik NAGASWARA, hal ini membuat Deni Ribowo langsung terbang ke Jakarta. Anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung ini sengaja datang ke ibukota untuk menghadap Owner sekaligus CEO NAGASWARA, Rahayu Kertawiguna.

Sebagai anggota DPRD provinsi Lampung, Deni Ribowo ingin menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung kepada NAGASWARA.

“Saya berterima kasih kepada NAGASWARA, khususnya kepada pak Rahayu, karena sudah diberikan ruang bagi anak-anak Lampung untuk berkarya secara nasional,” terang pendiri UKM Seni dan Budaya sejak 20 tahun silam itu.

Karena kalau mereka, seperti Yusuf Cak Culay itu menyanyikan lagu dengan bahasa nasional, barangkali sudah sudah biasa. Namun ketika NAGASWARA mengambil serta mengorbitkan anak-anak Lampung dengan tema lagu daerah, bagi Deni itu sangat luar biasa.

“Karena itu saya memberikan apresiasi kepada beliau (CEO NAGASWARA) yang begitu care dengan musisi daerah, bagi saya itu sesuatu luar biasa manakala sosok pak Rahayu dengan NAGASWARA, pentingnya melestarikan bahasa Lampung secara nasional,” ungkapnya.

Menurutnya, masyarakat provinsi Lampung merasa bangga terhadap karya ini. Dimana bahasa Lampung diperkenalkan dab dilestarikan ke tingkat nasional.

“Harapannya bisa trending dan saya yakin lagu ini disukai oleh msyarakat di seluruh tanah air,” tegasnya.

“Kalau di Lampung yang disebut anak-anak itu banyak sih, seperti Ingga, Yusuf, Oliv Jiahh, dan lain lain,” tambahnya.

Seperti single ‘Cak Culay Nabuy Nabuy’ yang dinyanyikan Muhammad Yusuf ini menurutnya bukan main luar biasa.

Karena industri musik papan atas bisa melirik lagu daerah, dan ini bukan pertama kali bagi NAGASWARA. Tapi Lampung punya kesempatan untuk tampil di NAGASWARA.

“Bagi saya kalau orang musisi belum ke NAGASWARA belum afdol,” ujar pria alumni Universitas Lampung angkatan 98 ini.

Sejak Kerispatih, Wali dikenal di masyarakat, dari awal, Deni Ribowo mengaku sudah pernah dengar dan kenal nama NAGASWARA.

“Sammy, yang waktu tidak lolos indonesian idol, dibawa pak Rahayu, bisa jadi sebuah band yang legend juga, dan banyak sih, musisi nagaswara yang saya ikuti,” paparnya.

Deni Ribowo melihat banyak sekali, justru NAGASWARA sudah menciptakan industri musik bagi para mantannya.
“Banyak saya liat mantan NAGASWARA berkarya di daerah, seperti dokter Aldo dengan Set14 band, lalu bikin label di daerah, tapi komunikasi itu tetap terjaga, dan ini menurut saya mencerminkan betapa NAGASWARA itu bisa menjadi referensi musik di tanah air,” tuturnya.

Baginya, rasa indonesianya itu dapat. Mengeksplore pariwisata dengan penyanyi lokal, itu dapat, dan bisa dilakukan label sebesar NAGASWARA. Memperkenalkan budaya tapi melalui musik.

Deni Ribowo sendiri dikenal sebagai alumni Universitas Bandar Lampung, aktivis 98 dan juga sebagai pendiri UKM seni budaya sejak dua puluh tahun silam.

UKM tersebut memfasilitasi anak-anak lampung yang ingin berkarya di musik. Gratis rekording dan bikin video klip. Baginya yang penting mereka berkembang dan memiliki aset dan bisa menjaganya.

“Sampai dia punya lagu, punya aset, jangan sampai dicuri orang, karena presiden Joko Widodo mengeluarkan pilpres tentang bagaimana menjaga aset, dan aset itu bisa dijadikan agunan ke bank,” pungkasnya. [www.nagaswara.co.id/KimSadewa]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

TRENDING