Mini Album Didi Kempot In Memoriam The GodFather of Broken Heart

HomeTemen NAGASWARA

Mini Album Didi Kempot In Memoriam The GodFather of Broken Heart

Penyanyi yang mempunyai julukan The Godfather of Broken Heart almarhum Didi Kempot yang telah meninggalkan kita semua menghadap sang pencipta Allah S.

Penyanyi yang mempunyai julukan The Godfather of Broken Heart almarhum Didi Kempot yang telah meninggalkan kita semua menghadap sang pencipta Allah S.W.T. yaitu pada hari Selasa, 05 Mei 2020 di rumah sakit Kasih Ibu, Solo, Jawa Tengah. Almarhum meninggalkan karya-karya terbaiknya untuk dikenang.

Didi adalah seorang seniman yang luar biasa. Dia dikenal sebagai penyanyi Campursari. Setelah sebelumnya bersama NAGASWARA Didi Kempot merilis ulang lagu Tulung ciptaan Didi Kempot aransemen musik oleh Titred & Bayu Onyonk pada bulan akhir Maret 2020 di seluruh stasiun radio se-Indonesia.

Advertisement

Kini NAGASWARA, mempersembahkan spesial mini album sebagai sebuah bentuk penghargaan untuk mengenang karya–karya almarhum Didi Kempot yang belum sempat dirilis ke publik. Mini Album Didi Kempot yang diluncurkan berisi 7 buah lagu ini termasuk didalamnya ada lagu “Tulung” yang sebelumnya sudah diperkenalkan ke publik. Mini album ini diberi judul “ In Memoriam The GodFather of Broken Heart”.

Mini Album Didi Kempot In Memoriam The GodFather of Broken Heart

Selain lagu “Tulung” ada lagu–lagu hits Wali yang diadaptasi liriknya oleh Didi Kempot ke dalam bahasa Jawa seperti lagu “Baik Baik Sayang” yang merupakan ciptaan Apoy Wali Band, menjadi lirik berbahasa Jawa menjadi ”Apik Apik Sayang” aransemen musik oleh Titread & Bayu Onyonk. Kemud ian lagu berikutnya “Dik” ciptaan Apoy, diadaptasi lirik oleh Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titread & Bayu Onyonk, lalu lagu “Kancanono Aku” ciptaan Apoy Wali yang diadaptasi lirik oleh Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titread & Bayu Onyonk, lagu “Lahir dan Bathinku” ciptaan Apoy Wali yang didaptasi lirik oleh Didi Kempot

Advertisement
Advertisement
dan aransemen musik oleh Titread & Bayu Onyonk, lagu “Tresno Salawase’ ciptaan Apoy, adaptasi lirik Didi Kempot dan aransemen musik oleh Titread & Bayu Onyonk dan terakhir lagu “Kelingan” ciptaan Chuan Xiong Zhou & Xin Ron Chen dengan adaptasi lirik oleh Didi Kempot serta aransemen musik oleh Lilik Laju.

Lagu-lagu yang diadaptasi liriknya oleh Didi Kempot ini memang terasa menjadi berbeda, apalagi dari sisi musiknya yang diaransemen oleh Titred & Bayu Onyonk serta ada satu lagu yang diaransemen oleh Lilik Laju menyajikan alunan merdu suara khas Didi Kempot dengan penuh penjiwaan dan penghayatan yang tinggi sehingga suara vokal berlirik bahasa Jawa berpadu menyatu dengan suara musik campursari dangdut, memang tidak perlu diragukan lagi ketika sang maestro Didi Kempot membawakan lagu ini karena sangat enak untuk dinikmati dan diikuti.

Didi Kempot, selain sebagai penyanyi ia merupakan sosok seniman yang komplit. Ia mampu menghidupkan budaya lokal dalam setiap lagu-lagunya, di tengah generasi millenial saat ini. Karya-karyanya sangat digemari oleh segala lapisan masyarakat. Selain itu, ia pun dikenal sangat dermawan, ia pernah mengumpulkan donasi sebesar 7,6 milyar lewat konser amalnya yang ditayangkan salah satu stasiun tv ternama pada tanggal 11 April 2020. Dan uang yang berhasil dikumpulkan diserahkan Didi Kempot guna penanganan wabah Covid 19 di Tanah Air. (PR NAGASWARA)

COMMENTS