Connect with us

Temen Musik

Nirwana Band Ingin Pembaruan di Musik Pasca Covid-19

Banyak optimisme yang disimpan dibenak para musisi untuk kelanjutan dunia musik selepas pandemi Covid-19 berlalu. Hal senada juga diungkapkan oleh para personil band Nirwana. Mereka berharap, selepas wabah corona mereda, dunia musik akan tampil lebih fresh dengan beragam pembaruan.

“Keren banget, jika ada suatu pembaruan yang inovatif di bidang musik saat paska Covid-19 nanti, terutama dalam pementasan musik di panggung,” ujar Hendry, drumer Nirwana saat dihubungi NAGASWARA News, Jumat (12/6/2020).

Meski para musisi tak bisa manggung secara langsung selama wabah corona berlangsung dalam tiga bukan terakhir, kreativitas mereka tak lantas ikut mati. Dengan bantuan teknologi multimedia misalnya, banyak konser dengan sebutan “konser dari rumah” dapat tetap dilangsungkan.

Personil Nirwana Band Ingin Pembaruan di Musik Paska Covid-19

“Seperti konser virtual yang dipelopori almarhum Didi Kempot dan Iwan Fals baru-baru ini, itu sebuah terobosan baru. Kalau bisa nantinya paska Covid-19, ada yang lebih gilak lagi terobosannya,” lanjut Deden, gitaris Nirwana dalam kesempatan terpisah.

Nirwana yang beranggotakan Uzil (vokal), Hendry (drum), Deden (gitar), dan Dede (bas) juga tidak berkegiatan seperti layaknya hari-hari biasa di masa pendemi corona sekarang. Namun, kesempatan selama di rumah, mereka manfaatkan untuk menciptakan lagu. Keterbatasan selama tiga bulan terakhir ini pun diyakini tidak akan membuat industri musik mundur.

“Karena saya yakin, di bidang kreatif musik selalu bergerak maju dan populer asal dilakukan secara masif,” tambah Deden. www.nagaswara.co.id (BBM)

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Temen Musik

Album Nagaswara Salam Religi Ajak Seniman Karya Kebaikan

Indonesia sedang sakit menjadi ungkapan keprihatinan yang dilontarkan pengurus organisasi wanita Bela Negara Srikandi sekaligus penyanyi dangdut Fitri Carlina. Ungkapan Fitri Carlina melihat kondisi Indonesia yang dalam penilaian pelantun ” ABG Tua” sudah memprihatinkan. Bahkan kondisi ini tidak terjadi di Indonesia saja bahkan menjadi wabah global.

“Di dunia saat ini sudah menjadi isu global.Sekarang dunia sedang menghadapi cobaan berat mulai dari Timur tengah hingga ke Philipina . Bahkan di Indonesia teman dekat yang biasa kita curhat curhatan sekarang malah jadi musuhan karena beda pilihan. Padahal jika dirunut dari awalnya berdiri Indonesia tidak melihat perbedaan tapi keberagaman itu yang kuatkan kita. Semoga semua lapisan masyarakat bisa mendengar pesan kebaikan dalam album salam religi . Bahwa kita itu tidaklah berbeda kita ini makhluk sama ciptaan Tuhan dan semua sama di mata Tuhan . Harusnya tiada permusuhan malah persaudaraan yang kuat,” jelas Fitri Carlina di Al Jazeraa Resto Menteng Jakarta Pusat (12/6/2017).

Pernyataan Fitri Carlina menjadi faktor pentingnya pesan dalam album “Salam Religi” bisa tersampaikan ke seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Karena itu CEO Nagaswara Rahayu Kertawiguna juga mengingatkan untuk para seniman bisa terus berkarya dengan pesan positif dan meraih kebaikkan .

“Sudah menjadi ibadah untuk seniman mengemas karya religi. Karena itu di NAGASWARA saya membebaskan untuk seniman mengeluarkan karya religinya sesuai dengan keyakinannya . Seniman harus kembali ke fungsinya menjadi sosok masyarakat yang terus mengeluarkan karya dengan pesan kebaikkan demi Negaranya” pungkas Rahayu Kertawiguna. www.nagaswara.co.id/Ary

Continue Reading

Temen Musik

Tunggu Single Panturaan Susi Ngapak di Second Single

Nama Susi Ngapak, memang sudah kuat di Pantura. Menurut CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna, sekarang ingin melebarkan pasar bagi penyanyi jebolan Bintang Pantura 3 ini.

Namun beliau berjanji, kalau penggemarnya ingin menikmati bahasa Panturaan dari Susi, bisa dinantikan di single berikutnya. Tapi sekarang, boleh dicoba dulu taste dari single KUPER, yang tak kalah mantap rasanya.

“Memang saya memberikan tatanan (musik) yang lain supaya pasarnya bisa lebih luas, jadi kalau penggemarnya mau bahasa Pantura-an ya di second single,” terang Produser Eksekutif, Rahayu Kertawiguna, kepada wartawan yang hadir di Aromanis Resto Jakarta, Kamis (27/04/2017).

Susi Ngapak, merupakan penyanyi yang dikenal lewat ajang pencarian bakat “Bintang Pantura 3” yang digelar stasiun televisi Indosiar. Susi memiliki nama lengkap Susiowati kelahiran 1991, berhasil membanggakan dan mengharumkan nama kampung halaman di Banyumas, Jawa Tengah, dengan meraih posisi juara 2 “Bintang Pantura 3” Indosiar.

Terlahir dari keluarga sederhana, Susi memang sudah mandiri sejak kecil, pernah waktu kelas 2 sekolah SD, Susi jualan Dawet keliling kampung. Dengan diberi komisi seribu rupiah perharinya.

Kemudian pada suatu saat pernah punya keinginan mengganti sepatu usangnya dengan sepatu baru dengan harga tigaratus ribu rupiah, Susi mesti rela menyisihkan uang sebesar seribu rupiah setiap harinya, sampai terkumpul selama satu bulan, barulah ia bisa memiliki sepatu baru yang ia idam-idamkan. www.nagaswara.co.id/KimSadewa (KlikJuga www.Diberitain.com)

Continue Reading

Temen Musik

Perjuangan NAGASWARA dan FORWAN demi Musik

Surat Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2013 yang menetapkan setiap tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional. Musik sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan, dimaknai dan dimanfaatkan sebagai perjuangan bangsa, dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Karenanya, dalam rangka memperingati Hari Musik 2017 sejumlah awak media yang tugas kesehariannya meliput dunia hiburan dan tergabung dalam wadah Forum Wartawan Hiburan (FORWAN), besok tanggal 30 Maret 2017, melaksanakan Diskusi Panel bertema “Distribusi Musik Digital Harapan dan Tantangan 2017, di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, jalan Cikini Raya no 73, Jakarta Pusat.

Forwan mewakili Indonesia mengundang kita semua untuk menghadiri seminar dan diskusi Musik dengan Pembicara
Dwiki Dharmawan (Ketua Umum LMK PAPPRI dan AMI Awards). Rahayu Kertawiguna (Perusahaan Label Nagaswara), Laksma TNI M. Faisal (Direktur Bela Negara Kemenhan RI), dan Abdur Rohim Boy Berawi (Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf).

Irish Riswoyo sebagai ketua panitia mengatakan acara ini sebagai sumbangsih dan partisipasi dalam memperingati Hari Musik Nasional dengan menyelenggarakan kegiatan yang positif dan edukatif. “Semoga acara ini berjalan lancar,” terangnya.

Untuk memperingati hari musik yang jatuh setiap tanggal 9 Maret, NAGASWARA dan FORWAN menggelar dialog interaktif seputar distribusi musik di masa mendatang.

Karena menurut Buyil dan kawan-kawan FORWAN, musik sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia yang harus dilestarikan, dimaknai dan dimanfaatkan sebagai perjuangan bangsa, dalam menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Dialog seperti ini harus dilaksanakan secara reguler untuk mempertahankan kelangsungan musik di masa mendatang,” ungkap Buyil ketua Forwan kepada NAGASWARA News, Kamis (30/3/2017).

Menariknya, acara ini dihadiri para pembicara yang berkompeten di industri musik. Serta didukung oleh tamu undangan sebagai pembicara special.

Misalnya seperti CEO NAGASWARA Rahayu Kertawiguna (Perusahaan Label Nagaswara), Dwiki Dharmawan (Ketua Umum LMK PAPPRI dan AMI Awards). Laksma TNI M. Faisal (Direktur Bela Negara Kemenhan RI), dan Abdur Rohim Boy Berawi (Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan Bekraf). www.nagaswara.co.id/ KimSadewa

Continue Reading