Connect with us

Ngintip

6 Manfaat Dahsyat Kayu Secang

Dilansir dari sehatq.com Manfaat kayu secang ternyata bukan hanya kayu yang bisa dibuat hiasan, namun bisa sebagai jamu. Kayu secang atau Caesalpinia sappan L berasal dari pohon kecil dan berduri yang bisa tumbuh hingga 9 meter.

Kayu secang banyak tumbuh di negara India, Cina, bahkan di negri kita tercinta Indonesia. Untuk mendapatkan kayu secang, bagian dalam batang pohon diambil kemudian dipotong kecil-kecil.

Ini dia manfaat kayu secang menurut penilitian medis ;
Meminum jamu dar kayu secang diyakini berkhasiat bagi kesehatan. Beberapa manfaat kayu secang di bawah ini sudah diteliti secara ilmiah:

1. Memiliki senyawa antimikroba

Dengan memiliki senyawa antimikroba maka manfaat kayu secang menurut sebuah riset pada hewan, kandungan etanol dalam kayu secang mampu menghambat pertumbuhan berbagai bakteri. Ini berarti kayu secang berpotensi untuk mengatasi penyakit akibat infeksi.

2. Mengatasi masalah jerawat

Mencuci muka dengan air rebusan kayu secang konon bisa membantu Anda untuk mengatasi jerawat. Manfaat kayu secang ini diduga muncul berkat kandungan didalamnya yang diberi nama brazilein.

Brazilein adalah pigmen merah dalam ekstrak kayu secang. Dalam peneltian tertentu, kandungan ini dianggap mampu melawan propionibacterium yang menyebabkan jerawat.

3. Sebagai sumber antioksidan

Ekstrak kayu secang mengandung kadar fenol, flavonoid, dan terpenoid yang tinggi. Ketiga senyawa ini adalah antioksidan yang berfungsi mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas di tubuh.

Kerusakan sel akibat radikal bebas dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai jenis penyakit. Contohnya, kanker dan penyakit jantung.

4. Mengandung senyawa antialergi

Bagi mereka yang menderita alergi, manfaat kayu secang mungkin bisa membantu. Anda bisa mengonsumsi minuman secang secara rutin.

Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa senyawa chalcone dalam kayu ini memiliki khasiat untuk mengurangi gejala alergi.

5. Membantu dalam mengatasi kejang

Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak kayu secang memiliki potensi sebagai bagian dari pengobatan terhadap kejang-kejang baik karena epilepsy maupun kelainan lainnya. Sejauh ini beberapa penelitian menemukan bahwa kayu secang memiliki aktivitas anti konvulsan.

6. Berpotensi sebagai antijamur

Uji coba ekstrak air kayu secang ternyata memperlihatkan kemampuan menghambat pertumbuhan jamur Aspergillus niger dan Candida albicans. Kedua jenis jamur ini merupakan dalang di balik beberapa infeksi pada manusia.

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Blog

Darimanakah Asal Kue di Nusantara ?

Kue adalah makanan ringan atau istilah lainya adalah kudapan yang artinya kue bukanlah makanan utama. Kue yang sering kita rasakan biasanya bercita rasa manis atau ada pula yang gurih dan asin. Kue seringkali diartikan sebagai makanan ringan yang dibuat dari adonan tepung, Baik tepung beras, tepung sagu, tapioka, ataupun terigu.

Untuk kue tradisional Nusantara lazim ditemukan di Indonesia, Malaysia, Singapura, serta Belanda tentu karena melalui hubungan sejarah panjang dengan Indonesia.

Asal kata “kue” ternyata berasal dari kata serapan dari Bahasa Hokkian: 粿 koé, hal ini menunjukkan pengaruh seni masak – memasak ala Tionghoa di Nusantara, beberapa kue yang kita temukan memang menunjukkan asal mulanya dari China seperti bakpia atau juga bapao. Dan kebanyakan kue basah adalah khas kue tradisional Nusantara, sementara untuk lapis legit, risoles, pastel dan panekuk adalah kue ala Eropa, yaitu Belanda dan Portugis.

Darimanakah Asal Kue di Nusantara ?

Pada awalnya istilah kue memang digunakan untuk menyebut kue tradisional dan kue peranakan Tionghoa, akan tetapi kini dalam Bahasa Indonesia istilah ini telah meluas menjadi istilah yang memayungi berbagai jenis makanan ringan, termasuk untuk menyebut kue kering (Bahasa Inggris:cookie), kue pastri (Bahasa Inggris:pastry), dan kue tart atau bolu (Bahasa Inggris:cake). (Wikipedia)

Kue biasanya bisa di temukan dengan cara dimasak secara dkukus di goreng atau bahkan di sangrai.

Continue Reading

Blog

Elias Howe Sang Penemu Mesin Jahit

Elias Howe adalah seorang penemu asal Amerika Serikat, yang lahir pada tanggal 9 Juli 1819, Spencer, Mass., AS — meninggal 3 Oktober 1867, Brooklyn, New York.

Dilansir dari britannica.com Selama kurang lebih 5 tahun Howe menghabiskan luangnya untuk mengembangkan Mesin Jahit yang praktis, dan pada tahun 1846 dia mendapatkan hak patent di Amerika Serikat, namun sedikit yang melirik keberhasilannya.

Penemuan Howe saat itu kurang di apresiasi dan akhirnya menjual patentnya di inggris, kemudian dia menjadi buruh dengan gaji karyawan biasa dengan tugas menyempurnakan mesinnya supaya bisa menjahit kulit dan bahan-bahan serupa.

Ketika kondisi keuangannya hancur dia mengirimkan keluarganya ke Amerika kemudian kehidupan belum memihak pada dirinya Howe bersama keluarga hidup dalam kemisikinan.

Sekembalinya Howe dari Inggris, ia memukan beberapa produsen sedang gencar membuat mesin jahit. Hal tersebut membuat Howe merasa ini telah melanggar hak patennya.

Akhirnya dalam sebuah tuntutan hukum yang berlangsung dari tahun 1849-1854 Howe memperoleh biaya lisensi untuk setiap mesin yang diproduksi oleh para pesaingnya. Howe menerima royalti sebesar $4.000 per Minggu.

Elias Howe Sang Penemu Mesin Jahit

Keberhasilan Howe hanyalah tergantung dari mesin jahit ciptaannya. Di tahun 1850-an mesin jahit menjadi perdagangan utama dan di 1860 sekira 110.000 mesin jahit telah diproduksi.

Pada akhirnya terjadi kenaikan jumlah pakaian siap pakai dan mesin jahit juga diaplikasikan dalam pembuatan sepatu.

Continue Reading

Blog

Sekilas Sejarah Remot Control TV

Dilansir dari VOAindonesia bahwa Remote control pertama diciptakan sekitar tahun 1950 dan disebut “Lazy Bone”. Namun sayang remote kala itu menggunakan kabel tebal yang di kaitkan ke televisi. Kabel tersebut rentan rusak karena sering membuat orang tersandung atau bahkan remotnya terpelanting, barulah pada tahun 1955, Eugene Polley menciptakan remote control tanpa kabel.

Bentuknya remot hasil karya Eugene Polley ini mirip hair dryer. Alat tersebut dinamakan “Flash-Matic” dan dapat mengarahkan sinar yang terlihat oleh mata. Sinar tersebut dapat mengaktifkan empat tombol pada televisi, termasuk mengganti tampilan layar TV, mengecilkan suara atau mengganti channel pada TV.

Karena teknologinya masih sangat jauh dari sempurna, maka ketika remot terkena paparan sinar lain akan tidak berfungsi sempurna.

Ide cemerlang tentang remote control tak berkabel tersebut sebenarnya pertama kali dilontarkan oleh Nikola Tesla pada tahun 1893. Namun karena satu dan lain hal maka baru pada tahun 1955, Polley, seorang insinyur yang bekerja pada Zenith Radio Corp– perusahaan pembuat TV- mengusulkan untuk menciptakan remote TV tak berkabel tersebut.

Sekilas Sejarah Remot Control TV

Eugene Polley dengan remote hasil karyanya

dari sebuah wawancaranya dengan harian Baltimore Sun pada tahun 2000 lalu, Polley mengatakan, ciptaannya itu membuatnya merasa bahwa hidupnya tidak sia-sia, karena dia mampu membuat penemuan yang bermanfaat bagi manusia, seperti seorang penemu yang menciptakan toilet yang dapat menyiram sendiri.

Walaupun demikian, di awal peluncuran remote control tersebut, tidak semua orang setuju dan menyukai ide tersebut. Saul Bellow, seorang novelis mencela penemuan tersebut karena membuat pemirsa kerap mengganti saluran TV sehingga sulit mengikuti jalan cerita suatu film.

Continue Reading